KABUL, KOMPAS.com — Presiden Afganistan Hamid Karzai mengimbau pemberontak Taliban memberikan suara pada pemilu bersejarah Agustus depan, dan tidak menyerang tempat-tempat pemungutan suara.
Dalam konferensi pers, Sabtu (27/6), Karzai mengatakan semua warga Afganistan yang berhak memilih harus terdaftar untuk mendapatkan kartu suara, dan memberikan suara mereka pada pemilu presiden dan dewan provinsi 20 Agustus.
"Harapan saya juga bahwa saudara-saudara kami Taliban dan semua warga Afganistan lain yang tidak berada di Afganistan untuk berbagai alasan, dan yang bersikap menentang ... Saya harapkan mereka lagi dan lagi agar meninggalkan kekerasan, hanya pada hari pemilu saja bukan seterusnya," katanya.
"Saya juga meminta mereka hendaknya datang ke tempat-tempat asal mereka, mengambil kartu suara, mendaftar dan ikut ambil bagian dalam pemilu," katanya.
Karzai tampak merujuk pada para pemberontak yang berpangkalan di Pakistan, tempat banyak Taliban—termasuk kelompok buron yang dipimpin Mullah Mohammad Omar—melarikan diri setelah serangan dipimpin Amerika Serikat pada 2001, yang menumbangkan kelompok garis keras itu dari pemerintahan.
Karzai maju untuk periode kedua dalam pemilihan, yang merupakan pemilihan presiden kedua di negara yang hancur karena perang selama berpuluh tahun.
Dengan meningkatkan pemberontakan yang dipimpin Taliban dalam tahun ini, ada kekhawatiran bahwa gerilyawan akan menyerang tempat-tempat pemungutan suara atau mengintimidasi rakyat agar tidak memilih, terutama di medan pertempuran selatan.
AS dan negara-negara sekutu internasional Afganistan lainnya telah berikrar mengirimkan ribuan tentara tambahan untuk melindungi hari pemilihan, dan biayanya, yang diperkirakan sekitar 220 juta dollar.
Pasukan keamanan Afganistan dan internasional telah beberapa pekan melakukan operasi razia untuk membersihkan kantong-kantong pemberontak, menjelang pemilihan.
Karzai menyerukan gerilyawan agar ’berhenti mengorbankan rakyat Afganistan dan bergandeng-tangan dengan bangsa mereka, serta memberikan iklim yang baik bagi pemilihan di negara ini.’
"Kami bisa membawa negara ini ke arah stabilitas melalui pemilihan. Kami bisa berusaha mewujudkan perdamaian melalui pemilihan dan dengan pemilu kita bisa membangun negara ini," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang