MALANG,KOMPAS.com-Nuvo CLS Knights Surabaya membuka ajang play-off Indonesian Basketball League 2009 dengan kemenangan 65-56 atas Pelita Jaya Esia Jakarta, Sabtu (27/6) di GOR Bima Sakti Malang.
Tim asuhan Simon Wang tersebut awalnya kedodoran di kuarter awal. Andrie Yayan Ekayana dan kawan-kawannya gagal membendung tembakan-tembakan shooting forward Pelita Jaya, Andi Batam Poedjakusuma. Di kuarter ini CLS kalah tipis 16-19.
Memasuki kuarter dua rupanya semangat pemain-pemain CLS mulai bangkit. Beberapa kali mereka berhasil melakukan fast break atau serangan cepat dan tiba-tiba ke pertahanan Pelita Jaya. Strategi ini rupanya berhasil. Pemain-pemain senior Pelita Jaya seperti Batam, Joulius C. Iroth, dan IGN Rusta Wijaya gagal mengimbangi kecepatan pemain-pemain CLS. Kuarter ini CLS berhasil membalikkan keadaan dan ganti memimpin dengan skor 36-33.
Di kuarter tiga, serangan-serangan cepat CLS tidak juga berhenti. Kondisi ini semakin membuat mental lawan jatuh. Pelita Jaya hanya berhasil mengumpulkan 10 poin di kuarter ini. Sebaliknya pemain-pemain CLS, terus melejit bahkan meninggalkan Pelita Jaya hingga 19 angka. Kuarter ini berakhir 57-43 tetap dengan keunggulan CLS.
Pada kuarter terakhir, sebenarnya shooting forward Pelita Jaya, Ruta Wijaya, beberapa kali mencoba memecah kebuntuan timnya dengan tembakan-tembakan akurat ke jaring CLS. USaha ini mulai menunjukkan hasil di menit-menit awal kuarter empat.
Hanya saja kinerja Rusta ini tidak diikuti pemain-pemain Pelita Jaya lainnya. Akibatnya saat posisi Rusta terkunci, nyaris tidak ada pemain Pelita Jaya lain yang bisa diharapkan mencetak angka. Sementara Batam sendiri, tidak dapat berbuat banyak karena jari kelingkingnya cedera. Akhirnya pertandingan disudahi CLS dengan kemenangan 65-56.
"CLS berhasil mempelajari permainan kami. Sehingga dengan cepat angin permainan berpindah pada mereka. Ini menyebabkan CLS terus bisa mencetak poin, sementara pemain-pemain kami mentalnya jatuh," tutur Manajer Pelita Jaya, Ronald Simanjuntak.
Selain itu, Ronald menuturkan sejumlah pemainnya tidak bisa bermain maksimal sebab beberapa di antaranya terbelit cedera. Rusta mengalami cedera engkel dua hari sebelum bertanding, Batam cedera kelingking, dan Erick Sebayang juga mengalami cedera kaki.
Adapun pelatih CLS, Simong Wang mengaku bahwa kunci keberhasilan timnya kala itu adalah gigih menjaga lawan dan menerapkan serangan-serangan cepat tidak terduga. " Awalnya pemain mungkin agak grogi karena atmostfer playoff ini sangat penting. Hanya saja dengan merotasi pemain-pemain yang leb ih siap, akhirnya kami berhasil," ujar Simon.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang