Pembelian Formulir SNMPTN Diperpanjang

Kompas.com - 27/06/2009, 22:12 WIB

BANDUNG,KOMPAS.com-Panitia Lokal Bandung Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) membuka pembelian formulir secara manual, Sabtu (27/6).

Perpanjangan waktu pembelian ini untuk menampung calon peserta yang tidak bisa membeli formulir melalui bank pada Jumat (26/6).

Berdasarkan pemantauan di tempat pendaftaran SNMPTN di Aula Graha Sanusi Hardjadinata Universitas Padjadjaran, hingga Pukul 11.10 WIB kemarin, tercatat sebanyak 49 calon peserta yang memanfaatkan kesempatan perpanjangan pembelian formulir ini.

Menurut jadwal, waktu pembelian formulir semestinya berakhir Jumat (26/6). Pembayaran ini hanya bisa dilakukan melalui kantor cabang Bank Mandiri di seluruh Indonesia. Namun, lewat Pukul 12.00 WIB pada Jumat, sekitar 59 calon peserta di Panlok Bandung tidak lagi dapat membayar melalui bank karena sistem pembayaran SNMPTN sudah tertutup.

"Sekretariat memutuskan pembayaran dilakukan manual di hari ini . Sistemnya titipan. Uang pembelian formulir yang terkumpul di tempat kami hari ini akan lagsung disetor ke Bank Mandiri," ucap Jan Alex, Penanggung Jawab Pendaftaran SNMPTN Panlok Bandung.

Menurutnya, mereka yang membeli dan mendaftar formulir kemarin ada yang berasal dari luar Bandung. Misalnya, Jakarta, Cirebon, dan Lampung. "Kasihan kan kalau mereka datang jauh-jauh ternyata tidak bisa membayar dan mendapat formulir," ucapnya.

Menurut Bendahara SNMPTN Panlok Bandung Bambang Hermanto, di Bandung, tidak terjadi kendala kekurangan formulir seperti di daerah lain . " Hanya, persoalannya, sistem pembayaran di Bank Mandiri sudah tutup lewat Pukul 12.00, sedangkan penjualan sebetulnya masih terbuka sampai (Jumat) malam," ucapnya.

Berdasarkan data yang diperolehnya dari Bank Mandiri, tercatat sebanyak 26.316 formulir yang dibeli hingga Jumat sore . Sementara, formulir yang tersedia 27.797 buah. Jadi, formulir masih tersisa sedikitnya 1.481 buah . Untuk itu, pihaknya berani melakukan perpanjangan waktu pembelian formulir secara manual.

Diatasi

Secara te rpisah, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Djoko Santoso mengatakan, berdasarkan laporan dari panitia dan rektor-rektor PTN, sejumlah kendala yang sempat terjadi selama pelaksanaan SNMPTN 2009 kini sudah diatasi.

"Yang di Yogya (kekurangan formulir) sudah diatasi dengan formulir yang didatangi dari Universitas Dipenogoro. Yang saya dengar, tadi, tinggal 19 orang lagi yang kurang. Tapi, saya yakin, malam hari sudah bisa selesai semua," ucapnya saat dihubungi Sabtu (27/6) malam.

Ia mengatakan, panitia maupun para pimpinan PTN selaku pihak berkepentingan telah berupaya sekuat tenaga mengatasi kendala kekurangan formulir yang mewarnai pelaksanaan SNMPTN di tahun ini. "Masyarakat tidak perlu khawatir," ucapnya kemudian.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau