BANTUL, KOMPAS.com - Daging babi asal Bantul dipastikan aman dikonsumsi karena sudah dicek dengan teliti. Demikian ditegaskan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Bantul Sri Budoyo, Minggu (28/6).
"Setiap peternak mengirim babi, kesehatan fisik babi kami cek dulu. Secara berkala, atau beberapa pekan sekali, sampel darah babi kami ambil juga. Tindakan ini kami lakukan juga jauh sebelum muncul isu flu babi," ujar Sri.
Walau isu flu babi mereda, harga daging babi masih anjlok, yakni Rp 8.000 di tingkat peternak dari harga normal Rp 17.000. Untuk harga impas, petani harus menjual setidaknya Rp 11.000 per kg.
Di Bantul saat ini terdapat 170 peternak babi dengan jumlah populasi 3.400 babi. Sedangkan di DIY, yang tercatat sebagai anggota Koperasi Peternak Babi DIY karya Tunggal, ada 360 peternak dengan jumlah populasi 25.000 babi.
Babi asal DIY terbanyak dijual ke Jakarta, Bandung, Surabaya. Umur babi siap jual (potong) biasanya 8 bulan. Saat itu berat babi sekitar 80 kg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang