Dipanggil Bawaslu, KPU Mangkir

Kompas.com - 29/06/2009, 14:25 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) guna klarifikasi spanduk sosialisasi pemilu presiden bermasalah. Dijadwalkan, KPU melakukan klarifikasi Senin ( 29/6 ) pukul 13.00, namun tidak datang.

"Kami panggil KPU karena dianggap yang bersalah, harusnya jam 13.00 Ketua KPU, jam 14.00 bu Endang (Ketua Pokja Sosialisasi KPU Endang Sulastri). Namun, staf disana mengatakan mereka tidak dapat hadir karena di luar kota," kata Anggota Bawaslu Wirdianingsih, ketika ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin ( 29/6 ).

Menurutnya, Sabtu (27/6) lalu Bawaslu telah menyampaikan surat panggilan kepada Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary dan Ketua Pokja Sosialisasi Endang Sulastri.

Spanduk bermasalah tersebut dinilai menyesatkan dan tidak netral karena sosialisasi pemungutan suara diarahkan untuk mencontreng salah satu pasangan calon di surat suara yang di tengah. Dalam surat suara asli, pasangan calon yang di tengah adalah pasangan capres dan cawapres SBY-Boediono.

"Spanduk itu, bagi orang awam mereka punya asumsi di kepalanya apapaun yang mau dicontreng mau nomer, mau foto, itu dianggap sah di nomer 2," tutur Wirdianingsih.

Ia mengakui, selain di Lampung Bawaslu dan Panwas Provinsi dan Kabupaten/Kota juga menemukan spanduk serupa yang dipasang di Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan. Karena itu, kata perempuan yang akrab dipanggil Nunung ini, Bawaslu meminta Panwas Daerah untuk berkoordinasi dengan KPU Daerah dan segera mencabut spanduk bermasalah tersebut.

"Kita minta Panwas daerah untuk berkoordinasi dengan masing-masing KPUD. Karena Panwas tidak bisa mencabut spanduk serta merta nanti dianggap merusak," tegasnya.

 

Bawaslu akan memanggil ulang KPU Rabu (1/7) mendatang pukul 10.00.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau