With the concept of young and trendy, favehotel is set to enliven the hospitality industry in the business district of Denpasar. The new 2 star hotel brand from Aston Internasional is expected to become the exciting new choice for budget oriented travelers.
KOMPAS.com — Gaya, nyaman, terjangkau. Ini, moto kebanyakan wisatawan dalam mencari hotel saat berwisata atau bepergian ke luar kota. Bergaya maksudnya, tampilan hotel tempat mereka menginap menarik dengan desain arsitektur yang baik. Nyaman, karena hotel yang mereka tempati bersih dan menyenangkan sehingga mereka bisa beristirahat dengan cukup. Namun lebih dari itu, harga kamar per malam yang ditawarkan terjangkau kantong mereka.
Bahwa tak semua orang yang melancong memiliki uang berlebih, hal itu disadari betul oleh Aston International Hotel, Resort & Residences. Untuk memahami keinginan para wisatawan dan mengetahui hotel seperti apa yang sebenarnya mereka butuhkan, Aston International melakukan riset terhadap pelanggan mereka di Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, Surabaya, Denpasar, dan Medan. Hasilnya, para pelancong, terutama yang berasal dari daerah, menginginkan sebuah hotel bintang 2 yang lebih dari sekadar hotel bintang 2 tradisional.
Favehotel di Jalan Teuku Umar, Denpasar, Bali, ini adalah hotel bintang 2 pertama yang dikelola Aston International dan akan beroperasi 9 September 2009. Disandingkan dengan hotel-hotel sekelasnya, Favehotel memang berbeda. Bangunan hotel dengan 96 kamar itu didesain untuk bisa memberikan semua kebutuhan dasar wisatawan, seperti kebersihan, keamanan, pendingin ruangan, air panas untuk mandi, tempat tidur yang nyaman, televisi, dan akses internet gratis di seluruh area hotel. Semuanya hanya dengan biaya sekitar Rp 300.000 setiap malamnya.
Harga yang cukup rasional untuk sebuah hotel yang terletak di pusat keramaian kota dan memiliki banyak akses. Menariknya, meski memberikan harga yang terjangkau, Favehotel tetap mengindahkan kualitas. Itu terlihat dari kamar-kamar hotel yang menggunakan kasur dengan standar hotel bintang 2, sprei, dan sarung bantal dengan densitas benang 200 thread cotton. Tempat tidur yang disediakan pun berukuran double atau twin bed, bukan ranjang susun.
Pendingin ruangan yang dipasang pada setiap kamar merupakan AC individu sehingga tamu bisa mengatur sendiri suhu ruangan yang diinginkannya. Remote AC juga diletakkan di dekat tempat tidur, bukan di dinding seperti kebanyakan hotel. Adapun stop kontak yang dipasang di dinding kamar bersifat universal sehingga tidak memerlukan adaptor.
Fave sendiri berasal dari kata favorite. Seperti maknanya, Favehotel diharapkan menjadi hotel favorit masyarakat. Target marketnya adalah para pelancong dengan budget ekonomis karena di kelas inilah mayoritas pelancong berasal.
Mereka antara lain perprofesi sebagai pebisnis, pejabat pemerintah, serta pelajar dan mahasiswa. Tak kalah dalam jumlah adalah para tamu yang pergi berwisata bersama keluarga mereka. “Favehotel itu the true affordable hotel, harga yang diberikan bisa dinikmati semua lapisan masyarakat,” ujar Charles Brookfield, President & CEO Aston International.
Favehotel pun didesain untuk memenuhi kebutuhan pelanggan muda di Asia Pasifik. Maka setiap Favehotel menawarkan kombinasi unik dari rancangan kontemporer. Misalnya saja pemilihan warna magenta pada eksterior dan interior hotel, diputuskan setelah dilakukan survei akan warna-warna yang dipakai hotel lain. Aston lalu mencari warna yang belum dipakai di chain hotel lain. Warna magenta kemudian dipadukan dengan putih dan abu-abu sehingga diperoleh nuansa cool, playful, dan fresh.
Namun, di luar semua kenyamanan itu, Favehotel tidak menyediakan sarapan pagi. “Konsep kami adalah keep it simple,” tegas Charles Brookfield. Konsentrasi hotel hanya pada penyediaan kamar penginapan yang nyaman saja tanpa fasilitas lainnya. Bagi kebanyakan wisatawan, makan dan minum bukan merupakan kebutuhan dasar saat mereka berwisata. Sebaliknya, itu malah menjadikan mereka bisa menikmati makanan di restoran mana saja. Manajemen Aston sendiri menyerahkan urusan food & beverage, drug store, dan convenient store kepada pengelola yang memang sudah profesional di bidangnya masing-masing yang letaknya dekat bahkan bersebelahan dengan hotel.
Konsep sesederhana mungkin ini juga membawa Favehotel pada sebuah poin: employee mission. Di bisnis hotel, semua sumber daya manusia yang ada harus bisa menyenangkan tamu. Namun tak disangkal, terkadang ada karyawan atau pelayan hotel yang tidak dapat menjawab pertanyaan tamu seputar fasilitas hotel, harga secangkir kopi atau fasilitas apa yang tersedia di ruang bisnis dan sebagainya. Di Favehotel, kejadian tersebut tidak akan terjadi. Sebab jika ada tamu yang bertanya sehubungan dengan makan pagi atau lainnya, pelayan tinggal menunjuk restoran atau fasilitas lain yang memang tersebar di sekitar hotel.
Meskipun demikian karena Favehotel dikategorikan sebagai business hotel atau budget business hotel, maka pengelola menyediakan ruang pertemuan yang dapat mengakomodasi sampai 200 orang. Terdapat pula lobby lounge, jasa binatu, business center, dan beberapa ruang usaha yang disewakan, disediakan untuk memenuhi kebutuhan para tamu.
“Kami sangat senang dan antusias dengan konsep Favehotel yang pertama di Denpasar dan kami percaya hotel ini akan menjadi hotel yang populer bagi para pelancong bisnis baik dari domestik maupun internasional,” kata Charles Brookfield. Kenyataannya memang demikian. Pada hari pembukaan hotel yang dilangsungkan pada 9 September 2009, kamar-kamar yang tersedia sudah habis dipesan.
Tampaknya, konsep hotel yang menjadi brand ketujuh Aston ini membawa angin segar bagi dunia pariwisata. Para pelancong bisa tinggal di hotel yang sudah mereka kenal standarnya di kota-kota kecil di Indonesia dengan harga yang pantas. Menurut Charles Brookfield, hotel dengan standar fave meski tidak memerlukan investasi yang terlalu tinggi, tetap saja menguntungkan. Keberadaannya dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat dan menciptakan banyak lapangan kerja.
Mengenai filosofi grup hotel Aston dalam memberikan pelayanannya dapat dilihat dalam wawancara dengan Norbert Vas, Sales & Marketing Aston International Hotels, Resorts, & Residences, di majalah Indonesia Design edisi 32, Hot Estates in Bali, yang menampilkan 6 properti terbaru di pulau dewata mulai dari hotel, apartemen, dan vila.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang