TKI yang Dijual ke Irak, Akhirnya Meraih Penghargaan

Kompas.com - 29/06/2009, 22:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga negara Indonesia yang pernah menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Irak, Elly Anita, menerima penghargaan Pahlawan Antiperdagangan Manusia dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

"Penghargaan kepada Elly merupakan usaha pemerintah AS untuk menghentikan praktik perdagangan manusia di seluruh dunia," kata Duta Besar AS, Cameron R Hume, pada acara penyerahan di Kedutaan Besar AS, di Jakarta, Senin (29/6).

Elly merupakan satu dari sembilan orang dari seluruh dunia yang dimasukkan dalam laporan tahunan Trafficking-in-Person (TIP) di Departemen Luar Negeri AS.

Elly berhasil melarikan diri dari Irak setelah mendapat bantuan dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM). Saat masih berada di Irak, Elly mengaku mendapat perlakuan kasar dari agen yang menyalurkannya untuk bekerja di sana.

Setelah berhasil kembali ke Indonesia, Elly bersama aktivis Migrant Care, Wahyu Susilo, memperjuangkan TKI yang diperlakukan kasar maupun yang ditahan majikan di luar negeri agar dapat pulang ke kampung halaman.

Pada kesempatan itu, Wahyu Susilo juga menerima penghargaan yang sama karena melalui organisasi Migrant Care berhasil memulangkan 16 TKI lainnya.

Sejak tahun 2001, Deplu AS setiap tahun mengeluarkan laporan Trafficking-in-Person (TIP) yang berisi usaha pemerintah untuk menghentikan praktik perdagangan manusia.

Direktur Badan Pemantau dan Penentang TIP Deplu AS, Luis CdeBaca, dalam diskusi di Kedubes AS mengatakan, praktik perbudakan modern tersebut terus menghantui dunia.

"Praktik perdagangan manusia telah menghancurkan kehidupan jutaan orang, baik fisik maupun psikis," kata Luis CdeBaca.

Diperkirakan 800.000 laki-laki, perempuan, dan anak-anak telah diperdagangkan di berbagai perbatasan antarnegara setiap tahunnya. Sedangkan jutaan orang lainnya diperjualbelikan di dalam batas wilayah negara, ujar dia menambahkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau