Waspadai Obat Tradisional!

Kompas.com - 29/06/2009, 22:47 WIB

BANDUNG, KOMPAS.COM - Masyarakat diingatkan perlunya kewaspadaan untuk menkonsumsi  obat  tradisional yang banyak beredar di pasaran, karena  sudah menyimpang dari terminologi karena berbahan kimia.

Terminologi obat tradisional itu berupa ramuan tradisional berbahan dasar alami tanpa bahan kimia dan  sifatnya terapetik, kata  Kabid  Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandung Dra Siti Nuraniyah Apt.

Saat ditemui disela-sela  Festival Keanekaragaman Makanan Khas Jawa Barat, dikatakan  ramuan tradisional umumnya terbuat dari bahan alam, seperti tanaman dan mineral.

Melihat dua sifat yang berbeda itu, tidaklah mungkin obat dan ramuan tradisional disatukan.

"Jadi obat tradisional yang berbahan kima itu tidak baik dikonsumsi," ucapnya. Dikatakan, lebih baik pilih salah satu, antara obat dan ramuan tradisional. Karena, jika ketentuan itu dilanggar, akan timbul dampak seperti sakit kepala, perdarahan lambung, kejang, gangguan ginjal, dan lain-lain.

Sementara itu, suplemen makanan yang mengandung bahan kimia obat pun harus diwaspadai.

"Sibutramin hidroklorida, sildefanil sitrat, tadalafil, deksametason, tidak baik bagi konsumen," kata Siti.

Selain itu, fenilbutason, asam mefenamat, metampiron, dan parasetamol pun berbahaya bagi kesehatan.

Sehubungan dengan itu, masyarakat luas dihimbau agar tidak mengonsumsi produk itu karena dapat membahayakan kesehatan bahkan dapat menimbulkan kematian.

Ketika disinggung mengenai keberadaan kios-kios jamu dan penjual jamu gendong, Siti mengatakan tidak apa-apa.

Sebab konsumen melihat langsung dan mereka bukan industri pembuatnya, ujarnya. Tukang jamu gendong masih bisa diharapkan  membuat ramuannya secara alami, sementara jamu di kios jamu sudah tersertifikasi.

Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan Pasal 43, perlu adanya Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga.

Hal itu bertujuan untuk mengenalkan produk sehat kepada produsen dan konsumen. Masyarakat diharapkan untuk membantu memberikan informasi bila menemukan produk ilegal dengan menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen BPOM.   

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau