Wisata alternatif

Berwisata Sekaligus Belanja Bulu Mata

Kompas.com - 30/06/2009, 10:01 WIB

 

Wisatawan yang memanfaatkan liburan sekolah benar-benar dimanjakan oleh pengelola wisata. Salah satunya adalah pengelola Desa Wisata Karangbanjar, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga.

Oleh pengelola, wisatawan dapat memilih dua pilihan. Pilihan pertama adalah menyaksikan kegiatan sehari-hari masyarakat desa setempat yang sarat dengan kegiatan industri kecil berbasis rumah tangga seperti membuat rambut palsu, sapu, hingga membuat dodol dan juga buntil.

Pilihan kedua, cukup menjadikan Desa Wisata Karangbanjar sebagai tempat singgah istirahat untuk berwisata ke beberapa obyek wisata di Kecamatan Bojongsari, seperti kolam renang Owabong, Museum Reptil, dan Museum Uang. Ketiga obyek wisata itu berada saling berdekatan dengan jarak 1 kilometer sampai 3 km.

Meskipun hanya singgah untuk istirahat bermalam, Ketua Desa Wisata Karangbanjar, Maryoto (68) mengatakan, bukan berarti paket wisata yang diberikan sekedar rumah menginap atau home stay untuk bermalam. Akan tetapi, pengunjung akan diberikan panduan berwisata industri rumah tangga di lingkungan Desa Karangbanjar.

Salah satu yang menarik adalah mengunjungi industri kecil pembuatan rambut dan bulu mata palsu di rumah-rumah warga setempat. Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan kegiatan warga setempat membuat sapu. "Biasanya pengunjung dari luar negeri suka membeli kerajinan rambut dan bulu mata palsu karena harga jualnya cukup murah," kata Maryoto beberapa waktu lalu.

Untuk menginap di desa wisata Karangbanjar ini, wisatawan tak harus dalam sebuah rombongan besar, melainkan dapat berupa rombongan keluarga. "Hanya satu keluarga pun kami layani karena menginap di desa wisata ini dihitung berdasarkan per orang," ujar Maryoto.

Namun, jika datang dalam rombongan besar, minimal harus 40 orang. Biaya menginap per orang akan dikorting Rp 16.000 sehingga cukup membayar Rp 80.000 per orang. Namun kalau hanya satu keluarga, setiap orangnya dikenakan tarif menginap reguler Rp 96.000.

Untuk liburan siswa sekolah, menurut Wakil Ketua II Desa Wisata Karangbanjar, Sutrisno (41), sudah ada 270 siswa sekolah dari Solo yang akan menginap di Desa Wisata Karangbanjar. Rencananya, akan disusul oleh rombongan pelajar dari Amerika.

Jumlah rumah yang disediakan untuk menginap sebanyak 68 rumah. Setiap rumah memiliki jumlah kamar yang variatif dari dua kamar sampai enam kamar. Keseluruhan rumah itu, menurut Sutrisno, dapat menampung pengunjung sampai 280 orang, dan maksimal bisa sampai 550 orang. "Kalau sampai batas maksimal, itu artinya ada yang harus pakai kasur tambahan," kata dia.

Setiap rumah menerapkan standar home stay, yakni menyediakan kamar tidur yang bersih dan kamar mandi berlantai keramik serta dilengkapi jamban atau WC. Masing-masing rumah juga menyediakan peralatan listrik, memenuhi kebutuhan pengunjung untuk mengisi ulang baterei kamera maupun laptop.

Seorang pekerja wisata dari Agen Wisata Solo Transport, Bejo (42) mengatakan cukup puas dengan semua pelayanan yang disediakan Desa Wisata Karangbanjar. Terlebih letak antar-rumah home stay saling berdekatan. "Karena rumah berdekatan, kami sebagai panitia perjalanan tidak kerepotan untuk mengendalikan maupun mengawasi para peserta rombongan," kata Bejo, yang sudah tiga kali membawa rombongan ke Desa Wisata Karangbanjar. (Madina Nusrat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau