Toyota dan Mitsubishi Tampilkan Mobil Konsep di IIMS 2009

Kompas.com - 30/06/2009, 10:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 ke-17 yang berlangsung dari 24 Juli-2 Agustus mendatang diikuti 21 merek mobil dan sekitar 6 merek motor. Kepastian itu disampaikan oleh Ketua Panitia Johnny Darmawan dalam acara jumpa pers beberapa hari lalu.

Dibanding tahun lalu, kuantitas partisipan meningkat, seperti mobil dari 19 menjadi 21 merek. Tambah meriah lantaran pameran digabung dengan roda dua. Sekalipun begitu, dari segi kualitas tidak seheboh tahun lalu yang banyak mengusung mobil konsep. Kali ini, kehadiran mobil konsep bisa dihitung dengan jari.

Justru kehebohan ada dari sektor hiburan. Di antaranya, ada drifting, motor show concert, Unique & Exotic Cars, Classic Car Show. Di luar itu, tercatat 120 perusahaan industri pendukung otomotif  ikut memeriahkan pameran.

Surat Menteri Perindustrian

Malah sempat tersiar kabar, beberapa produsen mobil tidak ambil bagian pada pameran kali ini. Alasannya pun seragam, sedang mengalami krisis ekonomi global, ditambah pasar otomotif nasional yang saat ini kurang sehat akibat dari dampak tersebut.

Mendengar kabar itu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris melayangkan "surat imbauan" kepada semua anggota Gaikindo. Intinya untuk mendukung pameran sebagai tanda kalau industri otomotif ini masih berjalan.

Sejumlah anggota Gaikindo (para ATPM) yang dihubungi Kompas.com mengaku menerima surat tersebut. Namun, mereka mengaku ikut bukan lantaran karena surat dari menteri tersebut.

Seperti diutarakan oleh Deputi Direktur Sales & Marketing PT Nissan Motor Indonesia Teddy Iriawan kepada Kompas.com, "Ada pesan dari prinsipal Jepang (Nissan Motor Jepang), untuk semua pameran di-postpone, dan dari IIMS terlalu dekat dengan policy mereka," ungkap Teddy.

Untuk mewakili brand, diserahkan kepada dealer. Langkah serupa juga diterapkan PT Indomobil Niaga International, selaku ATPM Suzuki roda 4 di Tanah Air.

ATPM yang tidak ikut di antaranya Volvo, Peugeot, Renault, Ford, dan GM. Absennya Ford Motor Indonesia, menurut Presiden Direkturnya, Will Angove, karena dua hal. Pertama, kondisi ekonomi yang kurang bagus. Kedua, lokasi pameran yang jauh. "Dikhawatirkan, penonton enggak ada yang mau datang."

Adapun GM AutoWorld Indonesia tidak ikut, menurut PR Corporate & Communications Manager Kiki Fajar, karena lokasi (stan) yang ditawarkan kurang strategis.

Toyota dan Mitsubishi
Ketika konferensi pers ke-2 IIMS di hotel Gran Melia, sebagian besar peserta R4 diminta mempresentasikan kendaraan yang bakal ditampilkan. Hanya PT Toyota Astra Motor (TAM) yang tidak memaparkan kendaraan yang bakal dipajang.

"Kami ingin bikin kejutan," jawab Manager Marketing & Communication PT TAM Achmad Rizal kepada Kompas.com. Ketika didesak, ia menyebutkan akan ada 2 mobil konsep mewakili teknologi, mobil hybrid untuk ramah lingkungan, dan produk line-up Toyota. Untuk hybrid, akan ditampilkan Prius generasi terbaru, ke-III.

Selain Toyota, menurut Intan Vildasari (PR PT Kramayudha Tiga Berlian Motors) dalam paparannya menyebutkan, berkaitan dengan revitalisasi brand untuk ke depannya, Mitsubishi akan menampilkan satu mobil konsep dan listrik (i-MiEV) serta delapan produk lineup-nya.

PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku produsen Honda di Indonesia, menurut Josep Agus, akan memajang 12 mobil dengan tema yang mengarah ke ramah lingkungan. Berarti, ada kemungkinan Insight akan jadi primadona HPM selain Freed dan All New Jazz.

Adapun dari China akan diwakili oleh Foton. Pada pameran ini, selain menampilkan truk, ada MPX yang mirip dengan Hyundai H1. Sementara itu, dari negeri tetangga, Malaysia, Proton di antaranya memperkenalkan Proton Exora, MPV yang di negeri asalnya baru diluncurkan April lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau