Diet yang Tak Bertahan Lama

Kompas.com - 30/06/2009, 13:56 WIB

KOMPAS.com - Semua orang sebenarnya sudah tahu, untuk dapat menurunkan berat badan, kita harus mengatur pola makan dan berolahraga. Namun siapa yang tidak tergoda melihat teman yang dalam beberapa bulan terlihat jauh lebih kurus, entah karena menjalani akupunktur, minum minuman pelangsing, tidak makan nasi, dan lain sebagainya. Jika si A bisa, mengapa saya tidak bisa? Begitu mungkin pikir Anda.

Dawn Jackson-Blatner, RD, juru bicara American Dietetic Association (ADA), tidak setuju dengan pemikiran ini. "Jangan terkecoh dengan berpikir bahwa turunnya berat badan itu karena makanan, pil, atau ramuan tertentu. Apa yang menyebabkan berat badan turun adalah mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang Anda bakar," katanya.  "Diet tidak seimbang menyebabkan berat turun karena pada dasarnya merupakan diet rendah kalori."

Setelah beberapa minggu menjalani diet yang tidak realistis, Anda biasanya menjadi frustrasi dan menyerah. Perasaan gagal inilah yang membuat mereka segera kembali menjalani gaya hidup yang tidak sehat. "Diet seperti ini tidak hanya gagal menurunkan berat badan dalam jangka waktu panjang, tetapi juga membuat Anda tidak termotivasi, dan akhirnya berat kembali naik," jelas Michelle May, MD, penulis Am I Hungry?What to Do When Diets Don't Work."Dengan kata lain, Anda menjadi lebih parah daripada sebelum Anda mulai diet."

Berikut adalah jenis diet yang tidak akan bertahan lama, menurut para ahli dari WebMD : 

1. Diet yang berfokus pada makanan tertentu (seperti sup kol, grapefruit, vegetarian, makanan mentah, dan diet rendah karbohidrat). Hati-hati dengan diet yang mengatur kelompok-kelompok makanan seperti ini. Kita seharusnya makan berbagai variasi makanan untuk mendapatkan seluruh manfaat vitamin dan mineral yang dibutuhkan, demikian menurut Andrea Giancoli, MPH, RD, juru bicara ADA.

David Katz, MD, pengajar di Yale University dan penulis buku The Flavor Point Diet, mengatakan bahwa membatasi makanan tertentu awalnya memang berhasil, namun akan gagal dalam jangka waktu panjang. Anda bisa saja menurunkan berat badan dengan hanya mengonsumsi satu jenis makanan, misalnya pecel, tapi berapa lama sih Anda bisa mengonsumsi pecel? Anda pasti akan segera bosan karena memakan makanan yang itu-itu saja, dan mulai menginginkan makanan kesukaan Anda yang biasa. Akhirnya, Anda kembali ke pola makan Anda yang lama.

Yang perlu Anda jadikan pegangan, semua jenis makanan dapat menyehatkan Anda selama dikonsumsi secukupnya (termasuk di dalamnya adalah daging-dagingan, ice cream, bahkan keripik). Ingat, komposisi gizi seimbang adalah karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, dan lemak 20-25%.

2. Diet detox, yang bertujuan untuk membersihkan usus, liver, membuang racun, dan lain sebagainya. "Semua hal berkaitan dengan pengaliran dan pembersihkan ini adalah omong kosong, karena tidak ada dasar ilmiahnya," tegas Pamela Peeke, MD, kepala koresponden medis untuk Discovery Health channel.  "Tubuh kita dilengkapi dengan organ-organ seperti liver dan ginjal, dan sistem kekebalan, untuk membersihkan sendiri racun-racun yang ada, tanpa bantuan 'pembersih' lainnya."

3. Diet dengan makanan berkhasiat atau suplemen lain (seperti air fruktosa, jeruk pahit, green tea, cuka apel). Orang yang ingin berdiet selalu mencari makanan, pil, atau formula lain yang akan membantu mereka menurunkan berat badan. Sayangnya, tidak ada yang namanya ramuan "ajaib". "Tidak ada makanan khusus atau kelompok makanan yang dimakan bersama atau pada waktu tertentu bisa mempengaruhi turunnya berat badan," kata Michelle May.  

Waspadalah dengan trik diet yang menyarankan Anda mengonsumsi suplemen, ensim, atau formula tertentu. "Anda tidak perlu suplemen yang mahal kok," ujar Blatner. "Jika Anda ingin minum multivitamin sekali sehari untuk menjamin nutrisinya sih, boleh-boleh saja. Tetapi sebaiknya Anda mendapatkan nutrisi dari makanan saja."

4. Berpuasa atau diet rendah kalori. Berpuasa dengan tujuan menurunkan berat badan ada kontraproduktif, demikian menurut Giancoli. "Ketika Anda mengonsumsi sedikit kalori, tubuh Anda mengira sedang kelaparan, dan menyesuaikan metabolismenya. Namun ketika Anda kembali makan secara normal, metabolisme Anda tidak menyesuaikan kembali, dan karenanya Anda butuh lebih sedikit kalori daripada sebelumnya," paparnya.

Yang lebih parah, turunnya berat badan selama puasa biasanya merupakan kombinasi lemak, cairan, dan otot, namun berat yang Anda dapatkan kembali kemungkinan besar lemak seluruhnya. Itu sebabnya saat puasa, Anda merasa lemas atau kekurangan energi saat harus beraktivitas fisik.

Blatner menambahkan, diet yang menjanjikan kehilangan berat badan antara 2,2 - 6,8 kg dalam waktu singkat sebenarnya tidak realistis. Tergantung berapa banyak yang ingin Anda turunkan, awalnya Anda mungkin akan kehilangan cairan. Namun dari waktu ke waktu rata-rata berat yang turun sekitar 0,45 kg setiap minggu. 

Diet sederhana
Dalam melaksanakan program diet, sebaiknya Anda mencari satu pola yang sesuai dengan gaya hidup Anda. Diet terbaik adalah bila dilakukan dengan aman, sederhana, dan dalam jangka waktu panjang. "Lupakan tentang diet, dan pikirkan saja strategi untuk memuaskan rasa lapar dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori," kata Katz. "Makan lebih banyak buah-buahan, sayur, whole grain, dan protein tanpa lemak, juga dapat membantu mengatasi nafsu makan."

Blatner menyarankan untuk mengikuti pendekatan tiga langkah yang ia gunakan untuk kliennya:
1. Lakukan inventarisasi mengenai apa yang Anda kerjakan sekarang, dan kenali kapan Anda paling sering merasa lapar. Kebanyakan orang paling resah menjelang pukul 15.00; saat itulah mereka merasa ingin ngemil. Katz menyarankan agar kita mengenali apa yang membuat berat badan naik, dan atasi dulu masalahnya. Contohnya, jika Anda cenderung makan berlebihan saat stres, atasi dulu apa yang menyebabkan Anda stres.

2. Kenali satu hingga tiga perubahan kecil yang dapat Anda lakukan sekarang untuk diet dan berolahraga. Metode ini sudah terbukti aman, efektif, dan dapat berlangsung selamanya.

3. Evaluasi dalam beberapa minggu untuk melihat apakah perubahan tersebut betul-betul berhasil, lalu buat perubahan kecil lainnya. "Butuh sekitar 12 minggu untuk melihat kemajuannya, dan itulah saatnya Anda menyatukan perubahan-perubahan lainnya," jelas Blatner.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau