Angie Tak Pasang Target Juara

Kompas.com - 30/06/2009, 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Angelique Widjaja tak memasang target tinggi di kejuaraan Alfamart Cup 2009. Mantan petenis nomor satu Indonesia tersebut mengaku hanya ingin meramaikan turnamen tersebut.

"Saya hanya ingin meramaikan turnamen karena tidak lagi konsentrasi sebagai pemain tenis," kata juara Wimbledon yunior 2003 itu, Selasa (30/6).

Petenis andalan Indonesia yang pernah menempati urutan 69 dunia WTA ini mengakui, sekarang dia tidak pernah latihan lagi. Pasalnya, dia lebih sibuk di perusahaan pengelola acara (EO) miliknya, Sportama.

Sportama didirikan Anggi bersama sejumlah mantan petenis lain, Teddy Tanjung, Dede Suhendar, dan Reni Wijaya. EO miliknya ini didirikan dengan tujuan untuk menggelar berbagai acara olahraga yang sifatnya turnamen dan kejuaraan guna memajukan prestasi atlet Indonesia.

"Di samping itu, saya kini juga disibukkan mengajar di sekolah tenis Sportama," kata wanita cantik kelahiran Bandung, 12 Desember 1984 itu.

Ketika ditanya mengenai siapa lawan berat dalam kejuaraan kali ini, petenis yang dikenal memiliki pukulan yang menyengat dan back hand dua tangan yang mematikan itu mengatakan bahwa semua lawannya berat.

"Semuanya berat. Misalnya, Ayu Fani, petenis peringkat 1 Indonesia," kata anak asuhan Meiske H Wiguna dan Deddy Tejamukti itu.

Anggie mengaku akan bersyukur bila ia menang di kejuaraan ini.

"Kalau menang saya bersyukur, dan jika kalah, tidak masalah," kata putri pasangan Rico Widjaja dan Hanita Erwin itu.

Mengenai masalah pembinaan tenis di Indonesia, Anggi mengaku masih minim. Hal itu dibuktikan dengan masih jauhnya kesenjangan antara pemain sekelas dirinya dan pemain yang berada di peringkat bawahnya.

"Saya melihat belum ada regenerasi di dunia tenis kita. Dibanding negara-negara ASEAN lainnya, kita sepertinya mengalami kemunduran. Tapi entahlah, apakah kita yang mundur, atau negara-negara ASEAN lain yang maju, saya tidak tahu persis," kata petenis yang mulai berlatih sejak umur 4,5 tahun tersebut.

Ia berharap, pembinaan tenis di daerah bisa terus ditingkatkan karena di daerah sebenarnya banyak bibit-bibit pemain yang bagus.

Sementara itu, para pemain diharapkan juga lebih fokus sehingga bisa mencapai prestasi.

Kejuaraan Alfamart Cup 2009 diikuti 32 petenis andalan Indonesia. Selain nama Ayu Fani dan Anggie, mereka yang juga ikut dalam turnamen yang digelar 27 Juni-5 Juli 2009 adalah Jessy Rompies, Lavinia Tananta, dan Beatrice Gumulya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau