Puluhan Warga Kehilangan Hak Pilih

Kompas.com - 30/06/2009, 20:31 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com - Puluhan warga di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terancam kehilangan hak pilihnya pada pemilihan presiden 8 Juli 2009 mendatang. Pasalnya, mereka tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum.

Anggota Panwas Pemilu Kabupaten Kediri Muntoha mengatakan data yang dihimpun sampai Selasa (30/6) sebanyak 62 orang warga yang berhak memilih namun tidak dapat menggunakan suaranya.

Mereka berasal dari Kecamatan Kandat 3 orang, Kecamatan Ringinrejo 10 orang, Kecamatan Puncu 7 orang, Kecamatan Plosoklaten 6 orang, Kecamatan Purwoasri 13 orang dan Kecamatan Kunjang 22 orang. Jumlah ini diperkirakan juga akan bertambah.

Warga yang tidak terdaftar disebabkan banyak hal. Diantaranya mereka baru pulang dari luar kota atau luar negeri setelah masa pendataan pemilih berakhir. Ada juga warga yang baru mengurus surat pindah domisili.

Muntoha mengatakan, yang menjadi persoalan sekarang adalah warga yang belum terdaftar. Sebab, KPUD Kabupaten Kediri telah menetapkan DPT (Daftar Pemilih Tetap).

Panwas Pemilu Kabupaten Kediri sebenarnya sangat menyayangkan masih ditemukannya ketidakberesan terkait pendataan pemilih untuk pemilihan presiden 2009 mendatang.

Apalagi, waktu pemilihan tinggal delapan hari lagi. Waktu yang tersisa sangat mepet untuk melakukan perbaikan, kecuali KPUD memiliki payung hukum untuk memasukkan daftar pemilih susulan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau