419 Miliar untuk Tangani HIV/AIDS

Kompas.com - 30/06/2009, 23:56 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Indonesia mendapat bantuan dari Global Fund Ronde 8 untuk penanganan HIV/AIDS sebesar Rp 419 Miliar. Dana bantuan itu akan diserahkan pada 12 Provinsi yang tingkat penularan HIV/AIDS tergolong tinggi sejak bulan Juli 2009.

Pengelolaan dana nantinya akan dilakukan komisi penanggulangan AIDS daerah , dinas kesehatan, perkumpulan keluarga berencana, dan lembaga sosial masyarakat setempat, kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Nafsiah Mboi, dalam Rapat Koordinsi KPA Jawa Barat di Jatinagor, Sumedang, Selasa (30/6).

Menurut Nafsiah, bantuan itu diberikan untuk dua tahun, antara Juli 2009 hingga Juli 2011. Besarannya tergantung kebutuhan daerah dalam upayanya melakukan pencegahan dan penanganan penderita HIV/AIDS. Dua belas provinsi yang akan menerima dana itu adalah Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, dan Jawa Barat. Selain itu ada juga Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Bali. Daerah lain yang juga akan mendapat dana bantuan adalah Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau