Tarif Tol Tangerang-Merak Naik

Kompas.com - 01/07/2009, 06:36 WIB

TANGERANG, KOMPAS.comMulai awal September 2009, tarif Tol Tangerang-Merak akan dinaikkan hingga 50 persen. Kenaikan atas penetapan tarif awal tersebut akan diberlakukan sesuai dengan golongan kendaraan dan jarak terjauh yang dihitung dari Bitung hingga Merak.

Tarif untuk golongan I naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 28.500, golongan II dari Rp 25.000 menjadi Rp 39.500, golongan III dari Rp 31.500 menjadi Rp 47.000, golongan IV naik dari Rp 39.000 menjadi Rp 62.000, dan golongan V naik dari Rp 47.000 menjadi Rp 74.500.

”Penetapan tarif awal yang baru ini sudah disahkan dan hanya menunggu waktu diberlakukan. Sekarang kami sedang menyosialisasikannya,” ujar Azis Aribowo, Kepala Divisi Operasi PT Marga Mandala Sakti—operator Tol Tangerang-Merak—Selasa (30/9) di Hotel Imperial Arya Duta, Karawaci, Tangerang.

Menurut Azis, kenaikan tarif tersebut untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan di jalan tol. Kenaikan tarif itu akan dibarengi dengan peningkatan kualitas dan perbaikan jalan tol secara menyeluruh mulai tahun 2009 sampai 2014.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Marga Mandala Sakti Wiwiek D Santoso mengatakan, pihaknya telah menyiapkan Rp 767 miliar untuk biaya rekonstruksi menyeluruh jalan tol tersebut.

Rekonstruksi dilakukan agar kekuatan struktur jalan dapat ditingkatkan untuk memberikan umur layanan sesuai rencana dan memenuhi standar pelayanan minimal.

”Ini adalah komitmen kami. Nantinya semua jalur Tol Tangerang-Merak akan berlapis aspal,” ujar Wiwiek.

Wiwiek mengakui, kondisi Tol Tangerang-Merak saat ini belum sesuai dengan standar jalan tol sehingga membutuhkan perbaikan secara menyeluruh.

Saat ini Tol Tangerang-Merak banyak yang mengalami kerusakan berupa retak slab beton.

”Ada sekitar 7.000 satuan ukuran beton yang rusak dan tersebar di sejumlah titik,” kata Azis Aribowo

Kerusakan yang terjadi disebabkan oleh sejumlah faktor, antara lain karena beban kendaraan yang melintasi jalan tol tersebut melebihi kapasitas angkut. Misalnya, kapasitas muatan hanya 10 ton, tetapi selama ini dilalui kendaraan dengan muatan 19-20 ton.

”Kalau selama ini perbaikan yang dilakukan setengah-setengah, mulai tahun ini kami akan memperbaiki jalan itu secara menyeluruh dan besar-besaran,” ujar Azis.

Tol Tangerang-Merak merupakan jalur utama bebas hambatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. Jalan tol ini juga menjadi penghubung wilayah-wilayah di Provinsi Banten.

Jalan Tol Tangerang-Merak sepanjang 72,45 kilometer arah Tangerang-Merak dan 72,45 kilometer arah Merak-Tangerang akan dilakukan rekonstruksi. Semua tosl akan dibeton dan dilapisi aspal. PT Marga Mandala Sakti menambah investasi untuk perbaikan dan peningkatan layanan ini hingga Rp 3,5 triliun.

Selain memperbaiki jalan rusak secara menyeluruh, kata Azis, operator juga akan menambah jalur di sepanjang jalan tersebut, mulai dari Bitung hingga Cilegon. Di ruas tol sepanjang 68 kilometer itu akan ditambah satu jalur sehingga menjadi tiga jalur. Penambahan itu akan dilakukan untuk jalur di median tengah jalan. (PIN)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau