SURABAYA, KOMPAS.com — RSU Dr Soetomo terpaksa memisahkan kembar siam dari Nusa Tenggara Barat, M Noval-M Faras, Rabu (1/7) siang ini. Tim yang menangani terdiri atas 60 dokter.
Ketua Tim 1 Purwadi mengatakan, pemisahan dipicu kondisi Noval yang memburuk. Bayi itu mengalami kelainan jantung dan pembuluh darahnya terbalik. "Kalau tidak dioperasi hari ini, kedua bayi akan jadi korban. Sekarang kami berusaha menyelamatkan salah satu atau kedua bayi," ujarnya.
Kondisi Noval sudah memburuk sejak 25 Juni. Saat itu Noval mendadak membiru. Kondisi itu merupakan salah satu indikasi gagal jantung. "Sejak itu kami sudah siap-siap operasi pemisahan sewaktu-waktu. Hari ini, rupanya benar-benar harus operasi pemisahan. Kami mohon doa supaya ini sukses," ujarnya.
Tim akan dibagi menjadi dua dan dipimpin masing-masing dr Purwadi dan Sjaifuddin Noer.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang