Boediono: Kita Pasti Menang!

Kompas.com - 01/07/2009, 14:20 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com — Dalam usaha memenangkan pasangan calon presiden-calon wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada Pemilu Presiden 2009, para kader dan simpatisan harus bekerja dengan rapi, santun, dan beretika. "Pegang teguh hal-hal ini, maka kita pasti menang," ujar cawapres Boediono berapi-api ketika berkampanye di Gedung Olahraga Mattoangin, Makassar, Rabu (1/7).

Jika menang pada Pilpres 2009, Boediono, yang juga mantan Gubernur BI, berjanji akan mengusulkan kepada SBY untuk menjadikan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, Sulsel memiliki potensi untuk menjadi daerah yang berkembang. Boediono juga menegaskan, SBY-Boediono merupakan pasangan yang paling kompak. Pasalnya, keduanya telah saling mengenal ketika sama-sama menjadi menteri pada era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, ketika Presiden SBY memimpin, Boediono pernah menjabat Menko Perekonomian dan Gubernur BI. "Kami sangat kompak dan solid," ujarnya.

Ketika memulai orasi politiknya, Boediono sempat terlihat gugup. Guru besar UGM tersebut sedianya ingin memuji perkembangan di Kota Makassar. Namun, kata-kata pujian tersebut tidak sempat terlontar. "Makassar itu kota kita me...." "Kota Makassar kota kita...." Tidak jadi memuji, Boediono melanjutkan, "Mari kita menyatukan langkah menghadapi 8 Juli mendatang."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau