JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (1/7) sore, menguat 20 poin menjadi Rp 10.200-Rp 10.235 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 10.220-Rp 10.235.
"Kenaikan rupiah pada sore ini sedikit turun dibanding pagi, karena belum muncul isu yang berarti untuk mendorong rupiah naik lebih jauh," kata Dirut Financ Corpindo Edwin Sinaga di Jakarta, Selasa.
Edwin Sinaga mengatakan, pelaku pasar sebenarnya saat ini bersikap menunggu terhadap berbagai hal yang akan terjadi di dalam negeri. "Selain itu, rencana perbankan yang akan segera menurunkan suku bunga kreditnya juga menjadi perhatian pelaku pasar," katanya.
Menurut dia, pemilu presiden yang akan berlangsung 8 Juli 2009 merupakan faktor utama yang terus ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar. "Kampanye pilpres pertama dilakukan oleh pasangan Mega-Prabowo yang menimbulkan kemacetan Jalan Thamrin-Sudirman namun tidak menimbulkan aksi yang berlebihan," katanya.
Ia mengatakan, pelaku pasar juga memerhatikan kinerja ekonomi nasional pada kuartal kedua 2009 yang diperkirakan akan semakin membaik. "Perkiraan itu diharapkan akan memicu ekspor impor Indonesia yang pada gilirannya akan memicu cadangan devisa terus meningkat," ucapnya.
Namun, lanjut dia, rupiah sepanjang pekan ini diperkirakan tidak akan dapat menembus angka Rp 10.000 per dollar. Meski demikian, pada akhir tahun akan mencapai angka Rp 9.500 per dollar. "Rupiah akan dapat mencapai angka Rp 9.500 per dollar pada akhir tahun ini, apabila semua itu kegiatan di dalam negeri berjalan lancar yang didukung aktifnya pelaku asing bermain di pasar saham maupun uang," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang