JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Panwaslu DKI Jakarta Ramdansyah mengaku tidak puas atas jawaban KPUD terkait permasalahan daftar pemilih tetap. Saat ditemui seusai Rapat Muspida Plus Persiapan Pilpres di Gedung Balaikota, Jakarta, Rabu (1/7), Ramdansyah mengatakan terdapat perbedaan jumlah pemilih yang signifikan dari Pileg ke Pilpres di daerah-daerah rawan, seperti Jatinegara, Cakung, Kalibata, dan Duren Tiga.
"Perbedaannya cukup besar untuk daerah-daerah tersebut. Belum lagi angkanya yang sampai 86 persen kenaikan di Rawajati, sementara di Kalijati malah turun 47 persen. Ini KPU pakai data yang mana?" tanyanya.
Menanggapi pernyataan Panwaslu, data terakhir yang diberikan KPUD tanggal 29 Mei 2009, memang terjadi selisih jumlah pemilih yang mencapai 641.286 orang. KPUD berdalih hal ini dikarenakan penentuan DPT untuk pilpres didasarkan pada alamat tempat tinggal pemilih bukan alamat yang tercantum di KTP seperti pada pileg.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang