Ujian Paket C di Semarang, 174 Siswa Tidak Hadir

Kompas.com - 01/07/2009, 22:14 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Dari 1.266 peserta yang terdaftar, sebanyak 174 siswa tidak hadir pada hari pertama pelaksanaan ujian paket C di Kota Semarang, Rabu (1/7). Kebanyakan peserta yang tidak hadir berasal dari peserta reguler yang telah bekerja.

Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Kota Semarang Purwandi mengatakan, dari 1.266 siswa yang terdaftar untuk mengikuti ujian paket C terbagi atas 740 peserta reguler yang berasal dari pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) dan 526 peserta eks-formal berasal dari siswa SMA yang tidak lulus dalam ujian nasional.

"Dari 174 peserta yang tidak hadir, 120 di antaranya merupakan peserta reguler dan 54 siswa merupakan peserta eks-formal. Kebanyakan yang tidak masuk karena terbentur masalah pekerjaan," ucapnya.

Menurut Purwandi, terdapat tujuh mata pelajaran yang diujikan kepada peserta ujian paket C, yaitu mata pelajaran yang diujikan dalam UN ditambah Pendidikan Kewarganegaraan. Peserta yang tidak mengikuti salah satu mata pelajaran yang diujikan dinyatakan mengundurkan diri. "Yang sekarang tidak hadir diharapkan untuk mengikuti ujian serupa pada gelombang ke-2, November nanti," ujarnya.

Setelah sempat ditunda selama seminggu, pelaksanaan ujian paket C ini dipusatkan di SMA 1 Semarang untuk peserta reguler dan SMA 5 Kota Semarang untuk peserta eks-formal.

Meneruskan kuliah 
Hartati (21), salah satu peserta ujian paket C, mengaku kesulitan dalam memperoleh izin dari atasannya untuk mengikuti ujian paket C. Pasalnya, pengunduran jadwal pelaksanaan ujian sempat membuat orangtuanya krisis kepercayaan.

Daryanto (25), peserta ujian paket C, mengaku tidak mempersiapkan diri secara khusus untuk mengikuti ujian Paket C. Namun, dia optimistis bisa lulus.

Belajarnya ketika memanfaatkan masa senggang saja, terutama di luar jam kerja, ujar Daryanto yang bekerja sebagai pengemudi pada sebuah lembaga perbankan di Demak. Dengan selesai mengikuti ujian paket C, Daryanto dan Hartati berharap dapat meneruskan ke tingkat perguruan tinggi.

Koordinator Ujian Paket C di SMA 1 Semarang Akhmad Juri mengakui, masih terdapat siswa yang datang terlambat dalam mengikuti ujian ini. Hal ini karena peserta masih minim informasi dari PKBM. Selain ujian paket C, sebanyak 1.631 peserta ujian paket B dan 142 siswa ujian paket A juga mengikuti ujian kesetaraan pada Rabu ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau