25 Persen Tiket Tur MU Belum Dibayar

Kompas.com - 02/07/2009, 00:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 25 persen dari 77.000 tiket laga Manchester United (MU) vs Indonesia Allstars belum dibayar oleh pemesannya. Demikian dikatakan Herman Ago, Ketua Bidang Komersial Panitia Lokal Tur MU 2009.

"Tiket memang sudah sold out. Pengertian sold out di sini adalah semua tiket telah dipesan. Namun, 25 persen dari 77.000 tiket belum kami terima pembayarannya," katanya didampingi Ketua Panitia Lokal Tur MU 2009 Agum Gumelar di Jakarta, Rabu (1/7).

Menurut Ago, panitia memberikan kesempatan kepada pemesan tiket yang belum membayar untuk segera melunasinya hingga 4 Juli mendatang.

"Jika hingga tanggal 4 Juli masih juga belum dibayar, kami akan melepas kembali jumlah tiket tersebut kepada publik," katanya.

Menurut dia, pihak yang menangani sisa tiket ini adalah Red Shop dan rajakarcis.com

"Untuk kategori satu seharga Rp 400.000, masih ada sekitar 4.000 tiket dan dapat dicari di Red Shop. Untuk tiket kategori II dan III terdapat di rajakarcis.com. Tapi kategori VIP, sudah sold out," katanya.

Agum Gumelar membantah panitia memaksa calon penonton untuk membeli merchandise bersama tiket yang dijual ke publik.

"Tidak ada petunjuk dari saya untuk itu. Merchandise tersebut hanya bisa dibeli bagi yang berkehendak. Toh, jumlah merchandise yang ada hanya 15.000, jauh sekali dengan total tiket sebanyak 77.000," katanya. (ANT)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau