Iran Masih Tahan Satu Karyawan Kedubes Inggris

Kompas.com - 02/07/2009, 00:52 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran masih menahan satu karyawan lokal kedutaan besar Inggris dengan tuduhan berperan dalam kekerasan pasca-pemilihan umum, kata Press TV kelolaan negara pada Rabu (1/70. Iran pada pekan lalu menangkap sembilan pegawai setempat kedutaan besar itu, menuduh mereka mengobarkan kerusuhan dalam keresahan atas keterpilih-kembalian bermasalah Presiden Mahmoud Ahmadinejad.
   
Tapi, Press TV --yang berbahasa Inggris-- menyatakan tinggal satu yang ditahan sesudah tiga lagi dibebaskan, tanpa menyebut waktu pembebasan tersebut.
   
Jurubicara kementrian luar negeri Hassan Ghashghavi pada Senin menyatakan lima orang sudah dibebaskan.
   
Inggris menuntut pembebasan segera karyawan itu, menyatakan tidak berdasar tuduhan bahwa mereka terlibat dalam kerusuhan. Inggris pada Senin memastikan lima dari sembilan petugas Kedutaan Besarnya di Iran, yang ditangkap di Teheran, dilepaskan, tapi menyatakan kelanjutan penahanan empat sisanya tak "dapat diterima dan tak dapat dibenarkan".
   
"Masih empat karyawan setempat Kedutaan Besar Inggris, yang ditahan pemerintah Iran," kata juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris Gordon Brown.
   
"Kami secara mendalam prihatin atas penangkapan mereka dan kelanjutan penahanan mereka. Penangkapan itu betul-betul tak dapat diterima dan tak dapat dibenarkan," katanya.
   
Yang berwenang Iran menangkap kesembilan karyawan setempat itu atas dugaan bahwa mereka berperan dalam memicu kerusuhan menyusul pemilihan presiden, yang bermasalah.
   
Iran, yang sudah mengumumkan pembebasan kelima orang itu, menuding Inggris sebagai pelaku utama kejahatan dalam yang Teheran nilai sebagai campur tangan negara asing pada urusan dalam negerinya sesudah pemilihan umum tersebut. Tuduhan tersebut ditolak Inggris.
   
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hassan Qashqavi menyatakan Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband dan Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki telah berbicara melalui telepon pada Minggu malam.
   
Media Iran pada Minggu menyatakan beberapa karyawan setempat kedutaan Inggris ditahan atas tuduhan terlibat dalam unjukrasa jalanan, yang mengguncang Iran, setelah terjadi sengketa pemilihan presiden pada 12 Juni. "Dari sembilan orang itu, lima di antara mereka telah dibebaskan dan sisanya masih diperiksa," kata Qashqavi dalam temu pers, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Press TV.
   
Ia menyatakan Miliband menandaskan dalam pembicaraannya dengan Mottaki bahwa Inggris tidak berniat campur tangan dalam masalah dalam negeri Iran. "Mottaki mengatakan bahwa jika mereka benar tidak melakukan hal itu. Itu bisa dianggap sebagai langkah bagus," kata Qashqavi.
   
Pada Minggu, Miliband minta semua petugas ditahan itu dibebaskan dan mengatakan bahwa semua rekan Eropa Bersatu-nya setuju memberikan "tanggapan keras bersama" terhadap "gangguan dan tekanan" semacam itu terhadap perwakilan Eropa Bersatu.
   
Lebih dari 2.000 orang masih ditahan dan ratusan orang lagi hilang di seluruh Iran sejak penumpasan pemerintah atas unjukrasa itu, kata Perikatan Antarbangsa Hak Asasi Manusia (FIDH) pada Minggu.
   
Iran berulang kali menuduh Inggris dan Amerika Serikat menyulut kerusuhan di negeri tersebut setelah pemilihan umum 12 Juni, yang mengembalikan tokoh garis keras Mahmoud Ahmadinejad ke tampuk kekuasaan di tengah keluhan bahwa pemilihan presiden itu dicurangi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau