Harga Emas Diprediksi Bakal Naik Lagi

Kompas.com - 02/07/2009, 10:20 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Rabu (1/7) harga emas meroket hingga 1,5 persen. Alhasil, posisi emas ditutup pada level tertinggi sejak 4 Juni. Diperkirakan, hari ini emas akan terus bergerak naik karena diburu sebagai investasi alternatif setelah dollar AS keok.

Melemahnya dollar AS terjadi setelah dirilisnya data manufaktur di Amerika dan China yang menambah bukti kalau resesi global sudah mulai mereda. Sebelumnya, Reuters memberitakan, China telah meminta untuk mendiskusikan mengenai mata uang global baru pada pertemuan Group-8, minggu depan di Italia.

“Hari ini kita akan melihat sejumlah konsolidasi pergerakan harga emas. Sangat jelas terlihat kalau pergerakan dollar AS dan emas masih berkaitan erat. Adanya rencana China untuk mengangkat masalah mata uang global yang baru akan menyebabkan sejumlah dampak terhadap dollar AS,” tutur Darren Heathcote, Head of Trading Investec Bank (Australia) Ltd.

Catatan saja, pada pukul 08.37 waktu Singapura, harga emas berada di posisi 940,85 dollar AS per troy ounce. Sementara itu, pada pukul 09.49 waktu Tokyo, posisi dollar AS tak banyak mengalami perubahan di posisi 1,4127 dollar AS terhadap euro dari sebelumnya 1,4142 dollar AS di New York, kemarin. (Barratut Taqiyyah/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau