SINGAPURA, KOMPAS.com — Rabu (1/7) harga emas meroket hingga 1,5 persen. Alhasil, posisi emas ditutup pada level tertinggi sejak 4 Juni. Diperkirakan, hari ini emas akan terus bergerak naik karena diburu sebagai investasi alternatif setelah dollar AS keok.
Melemahnya dollar AS terjadi setelah dirilisnya data manufaktur di Amerika dan China yang menambah bukti kalau resesi global sudah mulai mereda. Sebelumnya, Reuters memberitakan, China telah meminta untuk mendiskusikan mengenai mata uang global baru pada pertemuan Group-8, minggu depan di Italia.
“Hari ini kita akan melihat sejumlah konsolidasi pergerakan harga emas. Sangat jelas terlihat kalau pergerakan dollar AS dan emas masih berkaitan erat. Adanya rencana China untuk mengangkat masalah mata uang global yang baru akan menyebabkan sejumlah dampak terhadap dollar AS,” tutur Darren Heathcote, Head of Trading Investec Bank (Australia) Ltd.
Catatan saja, pada pukul 08.37 waktu Singapura, harga emas berada di posisi 940,85 dollar AS per troy ounce. Sementara itu, pada pukul 09.49 waktu Tokyo, posisi dollar AS tak banyak mengalami perubahan di posisi 1,4127 dollar AS terhadap euro dari sebelumnya 1,4142 dollar AS di New York, kemarin. (Barratut Taqiyyah/Kontan)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang