JK-Wiranto: Masalah DPT Masih Mengkhawatirkan

Kompas.com - 02/07/2009, 21:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pasangan calon presiden dan wakil presiden Muhammad Jusuf Kalla dan Wiranto menganggap masalah daftar pemilih tetap hingga kini masih mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, masalah DPT masih pesimistis bisa diselesaikan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Terkait dengan itu, Wakil Koordinator Tim Pencitraan JK-Wiranto, Indra J Piliang, saat ditanya pers di Posko Mangunsarkoro di Jakarta, Kamis (2/7) sore tadi, menyatakan, pasangan JK-Wiranto dalam satu atau dua hari mendatang akan menyikapi masalah DPT dengan serius.

"Kami memang sempat terpikir untuk mengajukan penundaan, akan tetapi biarlah itu rakyat menentukan. Sikap kami akan kami sampaikan dalam satu atau dua hari mendatang. Bisa saja, kalau memang tidak mampu diselesaikan, kami bersikap pasif dan tidak mau menandatangani apa pun hasil perhitungan suara," tandas Indra.

Menurut Indra, masalah yang dikhawatirkan adalah soal TPS fiktif seperti di Papua dalam pemilu legislatif lalu. Dengan pengurangan TPS, jumlah pemilih dalam satu TPS akan lebih banyak dan itu akan mengurangi masing-masing pemilih mengenal para pemilih lainnya. Akibatnya, sepertinya di Papua, TPS di tengah hutan, petugas sendiri dan surat suaranya juga ditusuk sendiri, tambah Indra.

Belum lagi adanya sosialisasi pilpres dari ke rumah dengan pola mencontreng tanda gambar tertentu. Tentu, hal-hal seperti itu akan bisa mengurangi makna demokrasi yang akan dijalankan dan akhirnya bisa mendelegitimasikan hasil pemilu. Kalau itu terbukti, hasil pilpres bisa mendorong impeachment dari DPR, demikian Indra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau