Ajari Anak untuk Seleksi Informasi

Kompas.com - 02/07/2009, 22:19 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Perkembangan teknologi menyebabkan terjadinya banjir informasi yang bisa jadi malah membingungkan. Sekolah perlu memberikan keterampilan untuk mendapatkan informasi yang tepat serta penggunaan informasi secara tepat.

Demikian mengemuka dalam Workshop Penerapan Literasi Informasi di Sekolah yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Salman Al Farisi Bandung, Kamis (2/7). Workshop diikuti 90 guru dari sekolah-sekolah di Bandung. Sulfan Zayd, Wakil Ketua Asosiasi Pekerja Informasi Sekolah Indonesia (APISI), yang memandu workshop, mengatakan, dalam menghadapi banjir informasi, siswa tidak bisa dikungkung. "Adalah lebih baik untuk mengajari mereka mencari dan menyeleksi informasi," kata Sulfan.

Sulfan mencontohkan, ketika seorang siswa mencari informasi di internet, maka ia akan mendapatkan banyak sekali informasi. Dalam tahap ini, siswa perlu memiliki kemampuan untuk memilih informasi yang benar dan tepat. Sebelum mencari informasi, siswa juga harus paham permasalahan sehingga bisa mencari informasi dengan cepat.

Sulfan menambahkan, keterampilan ini tidak hanya berguna dalam proses belajar siswa. Selanjutnya, kemampuan mencari informasi merupakan salah satu keterampilan hidup yang akan berguna bagi masa depan siswa, ujar Sulfan.

Ia menambahkan, di sekolah, perpustakaan diharapkan bisa menjadi sumber informasi bagi siswa. Sayangnya, fakta menunjukkan, banyak sekolah belum mengoptimalkan peran perpustakaannya. Banyak perpustakaan dengan koleksi dan sumber daya manusia yang seadanya, kata Sulfan.

Bahkan, dalam perpustakaan sekolah yang sudah bagus sekalipun, belum semua pemanfaatannya optimal. Masalahnya adalah tidak adanya pelibatan guru kelas (atau bidang studi) dalam penggunaan perpustakaan. Padahal, ketika guru dilibatkan, siswa akan aktif mencari informasi di perpustakaan. Ini justru meringankan tugas guru, kata Sulfan.

Panitia workshop, Entin Siti Rukhayah, mengatakan, berdasarkan pengalamannya menjadi pustakawan, ia sering mendapati siswa kebingungan mengungkapkan jenis buku yang mereka butuhkan. Misalnya mereka bilang membutuhkan buku tentang gempa, padahal buku tentang gempa itu banyak. Ini artinya ada kelemahan dalam pemahaman masalah, kata Entin. Ia menambahkan, baik guru maupun siswa akan diuntungkan ketika perpustakaan diintegrasikan dalam rencana program pembelajaran (RPP).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau