JAKARTA, KOMPAS.com — Industri otomotif nasional tahun ini diperkirakan akan merealisasikan investasi untuk merakit model baru, menaikkan kapasitas produksi, hingga pengembangan jaringan pemasaran (dealer). Secara total, dana yang dikucurkan senilai Rp 300 miliar.
Berdasarkan data Departemen Perindustrian (Depperin), sedikitnya terdapat lima agen tunggal pemegang merek (ATPM) nasional yang akan merealisasikan investasinya tahun ini. Dengan tambahan modal ini, diharapkan pertumbuhan industri alat angkut nasional bisa bertahan di level 7 persen hingga akhir tahun ini.
"Investasi kebanyakan mengalir ke sektor mobil, sementara untuk motor, hingga kini belum ada laporan tambahan investasi baru. (Industri) komponen juga tidak ada," ujar Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) di Jakarta, Kamis (2/7).
Masih mengacu pada data Depperin, beberapa ATPM yang berencana merealisasikan investasinya adalah PT Garuda Mataram Motor (ATPM Volkswagen) yang menanamkan modal Rp 30 miliar untuk merakit kendaraan serbaguna (MPV) Touran; PT Honda Prospect Motor (HPM) menghabiskan Rp 50 miliar untuk produksi Freed; dan PT Hyundai Mobil Indonesia juga ikut menanam Rp 40 miliar untuk merakit H-1.
Selanjutnya, PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) juga mulai merealisasikan investasi sekitar Rp 168 miliar (12 juta euro) pada tahun ini dengan mengembangkan jaringan dealer dan mempersiapkan infrastruktur untuk merakit varian terbaru E Class. Terakhir, PT Geely Mobil Indonesia (GMI) berkomitmen akan menginvestasikan secara bertahap Rp 300 miliar dalam tiga tahun ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi.
Sementara itu, sekadar mengingatkan, dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hingga Mei 2009 turun 28 persen menjadi 170.000 unit. Masih lebih baik dari perkiraan di awal tahun sebesar 30 persen. Adapun merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pasar sepeda motor sepanjang Januari-Mei 2009 merosot 18 persen menjadi 2,06 juta unit dibanding periode sama 2008 sebesar 2,51 juta unit.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang