Lima ATPM Realisasikan Investasi Rp 300 Miliar

Kompas.com - 03/07/2009, 05:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Industri otomotif nasional tahun ini diperkirakan akan merealisasikan investasi untuk merakit model baru, menaikkan kapasitas produksi, hingga pengembangan jaringan pemasaran (dealer). Secara total, dana yang dikucurkan senilai Rp 300 miliar.

Berdasarkan data Departemen Perindustrian (Depperin), sedikitnya terdapat lima agen tunggal pemegang merek (ATPM) nasional yang akan merealisasikan investasinya tahun ini. Dengan tambahan modal ini, diharapkan pertumbuhan industri alat angkut nasional bisa bertahan di level 7 persen hingga akhir tahun ini.

"Investasi kebanyakan mengalir ke sektor mobil, sementara untuk motor, hingga kini belum ada laporan tambahan investasi baru. (Industri) komponen juga tidak ada," ujar Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) di Jakarta, Kamis (2/7).

Masih mengacu pada data Depperin, beberapa ATPM yang berencana merealisasikan investasinya adalah PT Garuda Mataram Motor (ATPM Volkswagen) yang menanamkan modal Rp 30 miliar untuk merakit kendaraan serbaguna (MPV) Touran; PT Honda Prospect Motor (HPM) menghabiskan Rp 50 miliar untuk produksi Freed; dan PT Hyundai Mobil Indonesia juga ikut menanam Rp 40 miliar untuk merakit H-1.

Selanjutnya, PT Mercedes Benz Indonesia (MBI) juga mulai merealisasikan investasi sekitar Rp 168 miliar (12 juta euro) pada tahun ini dengan mengembangkan jaringan dealer dan mempersiapkan infrastruktur untuk merakit varian terbaru E Class. Terakhir, PT Geely Mobil Indonesia (GMI) berkomitmen akan menginvestasikan secara bertahap Rp 300 miliar dalam tiga tahun ke depan untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi.

Sementara itu, sekadar mengingatkan, dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil hingga Mei 2009 turun 28 persen menjadi 170.000 unit. Masih lebih baik dari perkiraan di awal tahun sebesar 30 persen. Adapun merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pasar sepeda motor sepanjang Januari-Mei 2009 merosot 18 persen menjadi 2,06 juta unit dibanding periode sama 2008 sebesar 2,51 juta unit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau