Pemakaman Jacko Belum Jelas

Kompas.com - 03/07/2009, 05:33 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Lokasi pasti di mana dan kapan "Raja Musik Pop" Michael Jackson dimakamkan masih menjadi tanda tanya. Keluarga besar Jackson, Rabu (1/7), menyatakan tidak akan menyelenggarakan upacara pemakaman di Neverland, lahan peternakan luas milik sang bintang di utara Los Angeles.

”Tidak seperti laporan berita sebelumnya, keluarga Jackson secara resmi menyatakan bahwa tidak akan ada upacara publik atau privat di Neverland. Rencana upacara untuk Michael Jackson tengah disusun dan akan diumumkan dalam waktu dekat,” kata keluarga Jackson.

Hal itu membuat kecewa sejumlah penggemar yang telah menyerbu sekitar Neverland untuk menyaksikan dari dekat dan ikut serta dalam upacara pemakaman idola mereka.

Media lokal kini melaporkan bahwa upacara pemakaman Jackson akan digelar di Staples Center atau di Los Angeles Coliseum, tempat digelarnya Olimpiade pada 1984. Muncul pula laporan bahwa Jackson akan dimakamkan pada Selasa pekan depan. Keluarga Jackson menolak berkomentar mengenai hal itu.

Spekulasi tentang pemakaman Jackson kian gencar seiring dengan terungkapnya isi surat wasiat yang ditandatangani sang bintang pada 2002. Surat wasiat itu menyebutkan bahwa ibu Jackson, Katherine (79), akan menjadi wali bagi ketiga anaknya.

Jika Katherine tidak bisa meneruskan tugas itu, Jackson menunjuk penyanyi Diana Ross sebagai penggantinya. Ross, teman lama Jackson, memperkenalkan Jackson 5 pada Ed Sullivan Show pada akhir tahun 1960-an dan sangat penting dalam mengorbitkan karier mereka.

Dokumen setebal lima halaman itu juga menyebutkan bahwa semua aset Jackson akan diwariskan kepada perwalian keluarga Michael Jackson. Akan tetapi, tidak dijelaskan perwalian yang dimaksud. Saat meninggal pada 25 Juni, Jackson diperkirakan memiliki utang sebesar 500 juta dollar AS. Namun, kekayaannya diperkirakan mencapai 1 miliar dollar AS.

Surat wasiat itu tidak menyebut ayah Jackson, Joe. Nama Deborah Rowe yang dinikahi Jackson selama tiga tahun dan ibu dari dua anak tertuanya juga tidak disebutkan.

Spekulasi lain tentang penggunaan obat-obatan oleh Jackson sebelum kematiannya terus menggelinding. Temuan Propofol, obat yang digunakan sebagai bius di rumah sakit, di rumah sewaan Jackson memunculkan dugaan kuat bahwa Jackson sering mengonsumsi obat penenang dan antidepresan.

Para detektif juga dilaporkan berupaya mengidentifikasi dan menginterogasi sejumlah dokter yang merawat Jackson pada tahun-tahun sebelum kematiannya. Muncul pula laporan bahwa badan federal yang menangani obat-obat terlarang (DEA) telah bergabung dalam penyelidikan kematian Jackson. DEA menolak berkomentar tentang laporan tersebut. (ap/afp/reuters/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau