JAKARTA, KOMPAS.com — Tiga versi iklan kampanye pasangan Megawati-Prabowo kembali ditolak sejumlah stasiun televisi. Iklan-iklan yang ditolak tersebut di antaranya bertema "Pendidikan dan Sekolah Gratis" dan "Utang Luar Negeri". Hal itu dikatakan Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo Hasto Kristianto kepada Kompas.com, Jumat (3/7) pagi.
Hasto mengatakan, alasan penolakan karena iklan-iklan tersebut dinilai mengkritik pemerintah. "Kami sadar bahwa kami berhadapan dengan incumbent, sementara yang kami kritisi pemerintah. Jadi, ada keraguan dari media yang kami tahu ada yang tidak independen dan mendapatkan tekanan. Itu yang membuat mereka tidak berani memuat iklan kami," kata fungsionaris PDI Perjuangan ini.
Padahal, menurut Hasto, iklan tersebut merupakan pendidikan politik dan menunjukkan contrasting dari apa yang disampaikan pemerintah. "Lihat saja, kami mencatat Rp 200 miliar uang negara digunakan beberapa kementerian untuk mengiklankan incumbent. Yang kampanye masif mendukung incumbent diiklankan, tapi yang kritik pemerintah ditolak. Kami sangat menyayangkan beberapa stasiun televisi tersebut," ujarnya.
Pada awal masa kampanye, lima iklan Mega-Prabowo juga sempat ditolak di hampir semua stasiun televisi, dengan alasan yang sama, dinilai terlalu keras mengkritik pemerintah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang