Hasil Uji Ulang Negatif, Dua Pasien Flu Babi Boleh Pulang

Kompas.com - 03/07/2009, 14:22 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Hasil tes ulang laboratorium atas dua pasien positif influenza A-H1N1, masing-masing Tayla Marlo (14) dan James Antonuccio (8) , menyatakan negatif. Maka, dua bocah asal Australia yang dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali, sejak Kamis pekan lalu itu diizinkan pulang.

Ketua Tim Penanggulangan Influenza A-H 1N1 RSUP Sanglah, dr Agus Somia SpPd, di Denpasar, Jumat (3/7) mengungkapkan, konfirmasi atas hasil tes ulang cairan tenggorokan dua pasien itu diterima dari Litbangkes, Jakarta, pada Kamis petang.

"Hasilnya negatif, sementara kondisi kedua pasien juga terus membaik seiring dengan berjalannya pengobatan secara prosedural. Maka, tidak ada alasan untuk menahan mereka pulang," kata Somia.

Setelah dicek kondisi kesehatan terakhir mereka dan dinyatakan sehat, Tayla dan James memang langsung diperbolehkan pulang. Diiringi keluarga masing-masing, keduanya meninggalkan Sanglah sekitar pukul 19.00 Wita. Kedua keluarga itu dilaporkan akan kembali ke Australia selambat-lambatnya akhir pekan ini atau bertepatan dengan berakhirnya waktu liburan mereka di Bali.  

Pasien baru

Selang setengah jam setelah kepulangan kedua bocah itu, ruang Nusa Indah RSUP Sanglah kembali menerima satu pasien terduga influenza A-H1N1 baru. Pasien itu diidentifikasi bernama Richard Clark (26), berkewarganegaraan Inggris.

Dia datang dari daerah endemis dan sempat singgah di daerah endemis lainnya (Singapura). "Karena masih dalam masa inkubasi, maka dia kami nyatakan sebagai pasien terduga dan diisolasi di Nusa Indah," kata Somia.

Clark tiba di Bali sejak hari Minggu (28/6). Saat dilarikan ke Sanglah, ia menderita influenza like illness (ILI), seperti demam disertai pilek dan batuk.

Dengan kehadiran Clark, maka kini total terdapat enam pasien dengan status terduga influenza A-H1N1 dirawat di Sanglah. Lima pasien lainnya adalah Ryan wood (23) dan Arron Michael (24), keduanya berkewarganegaraan Australia, Gerry O Brian (43) dengan status kewarganegaraan Jerman, dan Brian Ariel Schargorodsky (22) asal Argentina.

Mereka datang secara bergantian ke Sanglah sejak Senin malam hingga Selasa lalu. Sementara satu pasien lainnya, Troels Munk (84), berkewarganegaraan Denmark, dirujuk oleh salah satu RS swasta di Denpasar ke Sanglah, beberapa jam sebelum kehadiran Clark.

"Kami belum mendapat hasil uji laboratorium kelima pasien itu. Yang jelas, mereka mendapatkan perawatan dan pengobatan optimal di Sanglah," kata Somia. 

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau