Iklan Kampanye Humoris Efektif Persuasi Pemilih

Kompas.com - 03/07/2009, 16:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Masa kampanye pemilu presiden sudah memasuki garis finis 4 Juli besok. Masyarakat sudah disuguhi berbagai 'atraksi' kampanye, mulai dari orasi sampai iklan politik. Berkaca pada pemilu legislatif lalu, iklan politik cukup berpengaruh pada preferensi pemilih. Iklan seperti apa yang efektif mempersuasi?

Pakar marketing politik Universitas Indonesia, Firmanzah, mengatakan, ada beberapa tipe iklan kampanye. Dua di antaranya yang dijumpai di Indonesia adalah iklan kampanye bermodel menyerang dan menyegarkan alias ada unsur humorisnya.

"Nah, untuk masyarakat kita yang haus hiburan, iklan yang efektif adalah iklan yang humoris, tidak membuat sesuatu yang menakutkan," kata Firmanzah, pada diskusi "Mencermati janji, iklan, dan peluang para capres", di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (3/7).

Menyaksikan iklan-iklan humoris yang menyegarkan, menurutnya, memberikan pelarian bagi beban hidup masyarakat sehari-sehari. "Jadi buat saja iklan yang sederhana, humoris, menyegarkan," ujarnya.

 

Bedah iklan capres

Dari tiga pasangan capres dan cawapres, menurut Firmanzah, iklan kampanye capres Golkar-Hanura, JK-Wiranto, dinilai paling efektif. Iklan-iklan yang ditayangkan, menurutnya, cukup menghibur.

"Iklan Pak JK itu kan bisa dibilang lucu, menghibur. Kalau iklan Pak SBY dengan lagu Indomie itu, akrab tapi tidak lucu. Saya memprediksi minat terhadap JK naik karena dianggap lucu, humoris, dan masyarakat kita senang melihat seperti itu," katanya.

Sementara iklan-iklan yang memaparkan data utang luar negeri atau tingkat inflasi, seperti model iklan Mega-Prabowo, dinilai Firmanzah justru memberikan kesan sesuatu yang menakutkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau