Untuk Kampanye SBY, Bus AC 70 Tak Beroperasi

Kompas.com - 04/07/2009, 10:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anda yang menunggu bus AC 70 jurusan Rambutan-Tanah Abang bisa jadi gigit jari. Pasalnya, sekitar 13 bus yang biasa beroperasi untuk rute tersebut bakal digunakan untuk kampanye terakhir pasangan SBY-Boediono mengangkut massa pendukung mereka di Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/7).

Saat ini, 13 bus yang berasal dari Pul Mayasari Cijantung terparkir di Pancoran, Jakarta Selatan, menunggu dijemput panitia kampanye dari beberapa wilayah di Jakarta. "Kita udah kumpul di sini dari pukul 05.00 tadi. Tunggu yang ambil," ucap Iwan, salah satu sopir bus, kepada Kompas.com.

Iwan mengatakan, bus tersebut untuk mengangkut massa pendukung SBY-Boediono. "Harga sewa untuk dalam kota sekitar Rp 1,4 juta seharian," ungkapnya.

Kepala Unit Pul Mayasari Cijantung Agus ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa semua bus AC 70 digunakan untuk kampanye SBY-Boediono. "Bus rute Rambutan-Tanah Abang yang non-AC masih tetap berjalan," ucapnya.

Sebanyak 30 bus yang digunakan untuk kampanye dari Pul Mayasari Cijantung, kata Agus, diambil dari beberapa rute. Namun, ia tidak mengetahui jumlah semua bus yang digunakan kampanye dari lima pul Mayasari lainya, yaitu pul Klender, Cinangka, Cibitung 1 dan 2, dan Cikupa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau