Doktor HC untuk Emil Salim

Kompas.com - 04/07/2009, 10:52 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Mantan Menteri Lingkungan Hidup pada masa Orde Baru, Emil Salim, dianugerahi gelar doktor kehormatan oleh Institut Teknologi Bandung, Sabtu (4/7).

Dia adalah penerima HC keenam sepanjang sejarah berdirinya ITB sejak 89 tahun lalu. Penganugerahan ini dilakukan dalam sidang terbuka ITB, bertepatan dengan peringatan 89 Tahun ITB sebagai pendidikan tinggi teknik di Indonesia.

Emil Salim yang kini berusia 79 tahun menyampaikan orasi bertajuk "Teknologi dalam Pembangunan Berkelanjutan". Ia menyampaikan bahwa saat ini terjadi kecenderungan masyarakat begitu gencar mengikuti dampak konsumerisme global, dan meninggalkan jejak ekologi.

Perkembangan pola hidup semacam ini tidak mengindahkan daya dukung sumber daya dan daya tampung pencemaran lingkungan. Akibatnya, prinsip-prinsip pencemaran lingkungan terabaikan. Jika tren pembangunan semacam ini terus dilanjutkan, maka ekosistem akan rusak dan tidak berfungsi.

Karena itulah, sangat penting mengubah pola pembangunan konvensional dengan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan prinsip-prinsip lingkungan. Ia menyadari, persoalan ini tidak mudah.

Salah satunya, kenyataan bahwa persoalan lingkungan kerap tersuboordinasi oleh kepentingan ekonomi, apalagi politik.

"Ketika debat presiden, kita tidak mendengar ada calon yang menyinggung soal lingkungan hidup. Ini bisa disadari mengingat siklus politik lebih pendek," ucap mantan guru besar FE Universitas Indonesia ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau