Jumlah Terduga Flu H1N1 Menjadi 21 Orang

Kompas.com - 04/07/2009, 11:08 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Jumlah terduga penderita H1N1 di Medan hingga Jumat (3/7) petang menjadi 21 orang. Sebanyak 11 orang dirawat di ruang isolasi RSUP Adam Malik, Medan, sembilan orang dikarantina di rumah masing-masing dan satu orang hingga kemarin sore masih dalam pemeriksaan rumah sakit.

Ketua Tim Dokter Penanganan H1N1 RSUP Adam Malik Prof Luhur Soeroso mengatakan, tim dokter memutuskan sembilan orang yang datang ke RSUP Adam Malik Jumat siang dikarantina di rumah masing-masing karena tidak ditemukan tanda-tanda pasien harus rawat inap. "Sembilan orang ini adalah satu grup dalam wisata ke Bangkok dan Kuala Lumpur dengan terduga yang pertama kali dirawat," ungkap Luhur.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan suhu badan pasien di bawah 36,5 derajat celsius dan tidak ditemukan unsur demam. Karantina yang melarang keluarga keluar rumah dan terus menggunakan masker itu dilakukan satu minggu dalam pengawasan Dinas Kesehatan.

Sebelumnya pada Kamis malam sekitar pukul 21.00, enam orang warga Medan dalam satu keluarga, yakni DA (7), AR (14), IV (9) MI (36), TGS (42), dan AG (39) datang ke RSUP Adam Malik dengan keluhan demam. Mereka satu kelompok wisata dengan lima terduga pertama yang lebih dulu dirawat di RSUP Adam Malik dan juga mendapat surat keterangan terduga H1N1 dari Pemerintah Malaysia. Mereka juga terdaftar sebagai penumpang dalam pesawat AirAsia nomor penerbangan AK 456 yang mendarat di Bandara Polonia Medan, Selasa (30/6) pukul 21.15.

Dokter menemukan suhu badan enam orang itu antara 36 derajat celsius hingga 38,5 derajat celsius, menderita demam, batuk, dan bersin-bersin. Enam orang itu dirawat di ruang isolasi itu menyusul lima orang yang sudah dirawat sebelumnya, yakni WKC (9), EC (36), Cal (17), KK (14), dan VH (20).

Kepala Bidang Hukum dan Humas RUSP Adam Malik Atma Wijaya mengatakan, kondisi pasien yang dirawat tahap pertama terus membaik. Panas yang diderita WKC misalnya, dari sebelumnya 38,1 derajat celsius, menjadi 37 derajat celsius, dan kemarin dilaporkan 36,5 derajat celsius.

Jumat petang kemarin, satu lagi pasien masuk, yakni CH (12), yang masih dalam observasi dokter. Suhu badan CH 36 derajat celsius. CH juga anggota kelompok wisata yang menurut Atma mengutip keterangan pasien berjumlah 35 orang. Dengan demikian, jumlah terduga menjadi 21 orang.

Atma mengatakan, kapasitas ruang isolasi RSUP Adam Malik sendiri hanya 11 ruang. Satu ruang sudah digunakan oleh pasien terduga H5N1 asal Aceh Tamiang, 10 ruangan digunakan oleh 11 pasien H1N1. Rumah sakit belum akan menambah ruang isolasi. "Kalau ada pasien masuk lagi, kami menggunakan selasar," tutur Atma. Rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan usapan cairan hidung dan tenggorokan seluruh pasien serta darah mereka dari Jakarta.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau