Konsep Perumahan Islami, Seperti Apa?

Kompas.com - 04/07/2009, 19:47 WIB

KOMPAS.com - BARANGKALI pertanyaan ini kerap terlontar. Seperti apa rumah islami itu? Banyak pengembang menurunkan konsep islami ini dalam bentuk dan desain rumah. Seperti, dinding bertabur ukiran kaligrafi, mushala di dalam rumah, ada keran khusus untuk berwudu, hingga kamar mandi yang tak boleh menghadap kiblat.

Tak hanya itu. Pengembang perumahan juga membuat bagian dalam rumah tertutup sehingga orang lain tak bisa melihat dari luar. Tapi, di bagian luar rumah tidak dipagari. “Dengan begitu, penghuni tetap bisa bersosialisasi dengan para tetangga,” kata Denny Ernadie, pengurus Yayasan Az-Zikra yang juga mengembangkan rumah islami.

Kompleks perumahan umumnya dilengkapi masjid, mushala, atau taman pendidikan Al-Quran (TPA). Sedangkan di kolam renang umum, ada pembatas antara pria dan wanita. “Bisa saja melakukan pengaturan jam pemakaian,” imbuh Nasrullah, Direktur Utama Orchid Realty.

Suasana religius lebih hidup lagi dengan adanya kegiatan rutin salat berjamaah dan pengajian di masjid. Perumahan Bukit Az-Zikra lebih ekstrem lagi: melarang penghuninya merokok, dan penghuni perempuan harus menutup aurat.

Demi menjalankan kehidupan pada nilai-nilai agama, semua transaksi pembelian atau penjualan rumah menganut prinsip dan akad syariah. “Itu yang diutamakan Orchid,” kata Nasrullah.

Otomatis, hanya bank-bank syariah yang bisa memberikan kredit kepemilikan rumah (KPR). “Kami bekerjasama dengan BTN Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah,” kata Denny. Namun, pasar juga menjadi pertimbangan. (KONTAN/Yura Syahrul)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau