Situasi Mendesak Terry Pergi

Kompas.com - 05/07/2009, 09:40 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Keyakinan John Terry kepada Chelsea mulai goyah. The Sun mengklaim, ada situasi yang bisa mendesak Terry untuk pergi. Tawaran gaji besar dari Manchester City dan kehadiran pelatih Carlo Ancelotti bisa memancing Terry meninggalkan Stamford Bridge.

City baru saja melemparkan proposal pembelian sebesar 30 juta poundsterling atau sekitar Rp 500 miliar kepada Chelsea untuk Terry. Tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh "The Blues".

Gagal dengan usaha pertama, City berniat mengajukan tawaran baru sebesar 35 juta poundsterling atau sekitar Rp 582 miliar. Tak hanya itu, mereka pun siap menggaji Terry sebesar 200.000 poundsterling atau sekitar Rp 3,3 miliar per pekan.

Meski mendapat sodoran uang banyak, Chelsea diragukan bakal berkenan melepas Terry. Pasalnya, menjual seorang kapten berpotensi mengundang kemarahan pendukung. Selain itu, harus dipertimbangkan dampaknya untuk stabilitas permainan tim.

Namun, keadaan sudah berubah. Ikatan Terry-Chelsea telah merenggang. Menurut sumber The Sun, sejak Carlo Ancelotti diangkat sebagai pelatih Chelsea, tak pernah ada kontak dengan Terry. Ini aneh karena selama ini Terry juga berperan sebagai penghubung antara klub, pemain, dan pelatih

Di sisi lain, City dinilai cukup memikat. Tawaran gaji besar menunjukkan besarnya penghargaan mereka kepada Terry. Selain itu, rencana City membangun tim yang kompetitif semakin terlihat bentuknya.

Sumber The Sun mengatakan, "Ini bisa berlangsung sebentar. John sangat tertarik kepada proposal City. Bukan mustahil ia bisa pindah." (SUN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau