JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia sampai sekarang masih menunggu secara resmi pencabutan larangan terbang Uni Eropa (UE) atas empat maskapai Indonesia ke kawasan itu sekitar 12 Juli 2009.
"Keputusan resmi sedang kami tunggu, kurang lebih dua minggu dari sekarang. Namun, logisnya tidak akan berubah karena rekomendasi atas empat maskapai itu hasil kajian tim teknis 27 negara anggota UE," kata Dirjen Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan, Herry Bakti S Gumay kepada pers di Jakarta, Minggu (5/7).
Sebelumnya, salah satu keputusan sidang tiga hari (30 Juni-2 Juli) Air Safety Committee Uni Eropa di Brussel, Belgia, merekomendasikan pencabutan larangan terbang ke UE atas empat maskapai Indonesia yakni Garuda, Mandala Airlines, Airfast Indonesia, dan Premiair.
Keputusan tersebut secara resmi akan dikeluarkan sekitar dua minggu ke depan, setelah diterjemahkan dalam 22 bahasa resmi UE dan ditandatangani komisioner untuk urusan transportasi. Karena itu, tegasnya, keputusan politis oleh para komisioner anggota UE tersbut diperkirakan tidak akan banyak berubah. "Dengan demikian, dalam dua minggu ke depan, itu hanya urusan internal mereka," katanya.
Herry mengatakan, tim UE pada September 2009 juga akan berkunjung ke Indonesia untuk melanjutkan kerja sama partnership Indonesia dan UE, terutama untuk melakukan pencabutan atas maskapai Indonesia lainnya. Catatan Dephub menyebutkan, saat larangan terbang diterapkan sejak Juli 2007, total maskapai yang di-ban UE sebanyak 51 maskapai berjadwal, kini tinggal 50-an maskapai setelah satu maskapai tidak beroperasi.
"Artinya, terhadap maskapai tersisa, tidak akan dipakai pola fast track lagi, tetapi semua maskapai yang belum dicabut akan diusahakan dicabut semuanya," katanya.
Herry mengakui, pola tersebut ditempuh karena UE sudah percaya kepada otoritas penerbangan Indonesia untuk melakukan pengawasan dan audit. "Level kepercayaan mereka kepada kita sudah meningkat. Jadi, untuk pencabutan itu, tidak perlu lagi mereka melakukan audit langsung seperti kepada empat maskapai sampel itu," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang