MALANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Um um (KPU) Kota Batu memilih cara yang cerdas untuk mendorong semangat pemilih Pemilihan Presiden (Pilpres 2009) tanggal 8 Juli nanti. Yakni dengan menggunakan atraksi paralayang atau layang gantung bermotor untuk menyebarkan 100.000 lembar brosur di atas p erumahan di Kota Batu. Isi brosur adalah materi sosialisasi Pilpres.
Atraksi berlangsung menarik, dilakukan oleh atlit paralayang Jawa Timur warga Kabupaten Malang yang juga berstatus atlet paralayang bermotor, Ali Sukoco (51), hari Minggu (5/7). Acara dis aksikan para pengurus KPU termasuk Ketua Bagyo Prasasti Prasetyo, mantan Ketua KPU Mahfud yang juga atlet paralayang dan Sekretaris Pemerintah Kota Batu Sundjojo.
Penyebaran materi sosialisasi berupa brosur dilakukan di tiga titik lokasi, di tiga lokasi kecamatan, yakni Kecamatan Batu, Junrejo dan Bumiaji. Paralayang bermotor tidak terlalu menuntut lokasi take off yang tinggi, sehingga bisa dilakukan di tanah lapang. Termasuk di salah satu lokasi di Stadion Kota Batu. "Persyaratannya tetaplah kondisi cuaca yang memungkinkan dan rute terbang yang aman dari gangguan seperti tiang listrik atau gedung-gedung tinggi," kata Ali Sukoco.
Ketua KPU Bagyo Prasasti Prasetyo menjelaskan, dalam pertimbangan KPU Kota Batu, Pilpres kali ini adalah pemilihan umum yang cukup sederhana. Masyarakat sudah cukup mengetahui dengan baik para pasangan calon yang maju, berikut kinerja dan track record, yang sudah cukup dipahami hampir seluruh lapisan masyarakat. Sehingga tidak ada beban besar terhadap materi Pilpres, maka KPU memutuskan memilih cara atraktif untuk mendorong masyarakat bersedia datang ke TPS.
Proses terbang pertama dari tiga penerbangan berlangsung di Lapangan PDAM Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji. Penerbangan berlangsung cukup singkat, hanya sekitar 10 menit karena rute yang pendek yang dituju untuk warga Kecamatan Bu miaji. Ali Sukoco menggunakan parasit paralayang type DKV1-2 untuk kecepatan rendah. M otornya hasil meminjam milik salah seorang penggemar paralayang bermerk SG, buatan Cina, namun baling-baling buatan Itali, berkapasitas mesin 80 cc, dengan bahan bakar pertamax. KPU membiayai sewa dan bahan bakar motor dan parasit.
Kecepatan angin yang mencapai 11-12 km per jam membuat proses mengangkat payung selama di udara agak sulit, sebab motor hanya berfungsi untuk maju, namun tidak untuk naik. Namun seluruh misi menyebarkan 100.000 lembar brosus sosialisasi yang dikantongi dalam tas kecil, berhasil dilakukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang