Pengecualian Kirkuk

Kompas.com - 06/07/2009, 07:46 WIB

BAGHDAD, KOMPAS.com — PM Irak Nuri al-Maliki mengatakan, Senin (6/7), ingin melihat pemilihan lokal diadakan di provinsi Kirkuk, yang terbagi menurut etnik, sebelum pemilihan umum Januari, tetapi kesulitan telah merintanginya.
   
Suku minoritas Kurdi menganggap kota Kirkuk dan provinsi sekitarnya, yang menghasilkan seperlima minyak Irak, sebagai ibu kota kuno mereka. Mereka menginginkan Kirkuk tercakup dalam wilayah semi-otonomi mereka di Irak utara, gagasan yang ditolak masyarakat Turkmen dan Arab di kota itu.
   
Begitu sensitifnya masalah itu, para pejabat terpaksa mengecualikan Kirkuk dari pemilihan dewan provinsi Irak pada 31 Januari karena para anggota parlemen yang bersaing tidak dapat menyetujui bagaimana melakukannya, sementara mereka berjanji akan mengadakan pemilihan khusus pada satu tanggal kemudian.
   
"Kami sedang bekerja untuk pemilihan di Kirkuk sebelum pemilihan parlemen, tapi akan ada kesulitan. Kami perlu membuka semua kelompok yang bersaing satu sama jika kami ingin mencapai pemilihan dewan provinsi sebelum pemilihan parlemen," al-Maliki mengatakan dalam satu pernyataan di situs internetnya.
   
Rakyat Irak akan memilih dalam pemilihan nasional Januari.
   
Perselisihan antara masyarakat Kurdi dan pemerintah pimpinan-Arab Syiah di Baghdad mengenai wilayah itu dan minyak dianggap sebagai ancaman penting bagi jangka panjang kestabilan di Irak. Kekerasan sektarian yang dipicu oleh serangan pimpinan-AS telah berkurang. "Masalah Kirkuk tidak dapat dipecahkan dengan menggunakan kekuatan ... (tapi) dengan pengertian," kata al-Maliki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau