JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Hasyim Muzadi menyatakan bahwa, siapa pun yang keluar sebagai pemenang pilpres, akan terdapat ganjalan psycho politic apabila masalah daftar pemilih tetap (DPT) tidak diselesaikan secara tuntas. Hal ini, menurutnya, akan merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karenanya, ia menyambut baik langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyelesaikan persoalan daftar pemilih tetap (DPT) dengan duduk bersama tim calon pasangan capres dan cawapres. Menurutnya, KPU memang harus memberikan salinan daftar tersebut kepada seluruh pasangan capres-cawapres agar dapat dipelajari.
"Guna menghilangkan pro-kontra serta saling ragu dan curiga menjelang pilpres, kami minta agar semua pihak saling terbuka," ujarnya dalam pernyataan terbuka bersama Ketua KWI Mgr MD Situmorang, dan Ketua PGI Andreas Yewangu, Senin (6/7) di Jakarta.
Ketiga pemimpin tersebut juga mendesak seluruh komponen bangsa agar tetap mengedepankan untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta mewaspadai pemecahbelahan etnis dan agama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang