Lapas Cipinang Siapkan 6 TPS

Kompas.com - 06/07/2009, 21:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang, Jakarta, bakal melaksanakan pencontrengan dalam Pilpres 2009. Sebanyak 3.000 lebih napi yang menghuni Lapas Cipinang, Jaktim, bakal melaksanakan pencontrengan pilpres pada 8 Juli 2009 pukul 08.00 WIB.

Ada 6 enam tempat pemungutan suara (TPS) yang telah disiapkan oleh pihak lapas dan jumlah TPS kali ini jauh lebih sedikit dibandingkan pemilu legislatif. "Kalau kemarin ada 12 TPS, sekarang tinggal 6. Pengurangan jumlah TPS hampir setengah ini dimungkinkan di pilpres agar tidak terlalu ribet. Kan cuman 3 pilihan, dua menit aja udah selesai. Beda dengan lalu. Pilihannya banyak dan waktu membuka lembaran aja lama," terang Rosmita, salah satu petugas lapas yang ditemui di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Senin.

Sampai saat ini, baik surat, maupun kotak suara belum ada di Lapas Cipinang dan biasanya, baik semua kotak, maupun kertas suara, bakal dikirim dari panitia Keluruhan Cipinang Besar satu jam sebelum pelaksanaan pilpres. "Kalau TPS-nya sudah siap ada 6 bilik. Namun, untuk kotak dan surat suara biasanya dikirim pukul 07.00 pagi. Jadi, semua sudah siap satu jam sebelum pelaksanaan," terang Rosmita.

Soal berapa jumlah napi yang resmi dan punya hak untuk mencontreng, Rosmita tidak tahu secara detail. Namun, pihak lapas sudah mengirim data-data para napi yang mempunyai hak untuk ikut dalam memberikan suaranya.

Untuk petugas dalam pilpres, baik KPPS maupun saksi di LP Cipinang, nantinya sudah didrop dari Kelurahan Cipinang dan dibantu sebagian dari petugas Lapas Cipinang.

Kalapas Cipinang Haviluddin saat ini tidak bisa dimintai keterangan soal pelaksanaan pilpres karena tidak berada di ruangannya. (Persda Network/yon)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau