Khawatir Klub Hancur, Milanisti Demo

Kompas.com - 07/07/2009, 00:26 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Suporter AC Milan semakin khawatir terhadap klub kebanggaan mereka yang tak jua menunjukkan tanda-tanda membangun tim lebih baik. Mereka khawatir ini akan menjadi awal kehancuran klub. Maka, mereka menggelar protes di depan tempat latihan klub agar Milan segera membeli pemain yang dibutuhkan.

Milan menjual pemain terpenting mereka, Ricardo Kaka, ke Real Madrid dengan dana 59 juta pounds. Uang besar itu rencananya untuk membangun tim lebih baik. Namun, sampai kini Milan belum berhasil membeli pemain yang diharapkan.

Milan sejak awal mengincar Edin Dzeko dan Aly Cissokho. Namun, upaya mereka gagal. Akan tetapi, pekan lalu, Wakil Presiden Milan Adriano Galliani masih menjanjikan akan mendatangkan pemain bintang.

Karena tak ada tanda-tanda menjadi kenyataan, Milanisti pun mulai cemas, apalagi Milan dikabarkan mengejar Luis Fabiano dan Klaas-Jan Huntelaar. Upaya ini juga belum menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, pemilik dan Presiden AC Milan, Silvio Berlusconi, mengatakan, Milan tak terlalu butuh pemain baru dan tetap dalam kondisi yang menjanjikan.

Pernyataan itu tak sependapat dengan pikiran Milanisti. Setelah perginya Kaka, Milan tetap butuh pemain baru. Maka, mereka melakukan protes dan mendesak klub segera mendatangkan pemain bintang. (CH4)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau