"Yankee" Pemabuk Dicokok Taliban

Kompas.com - 07/07/2009, 05:43 WIB

DUBAI, KOMPAS.com — Milisi Taliban, Senin (6/7), mengatakan, kelompok itu telah menangkap seorang tentara Amerika Serikat (AS) di Afganistan yang hilang pekan lalu, badan intelijen yang mengawasi tentara SITE mengatakan.
    
"Tentara pemabuk AS" itu ditangkap lima hari lalu di dekat Melech di distrik Yusuf Kheil, provinsi Paktika, milisi itu mengatakan dalam satu pernyataan yang disiarkan di situs internet Islamis, menurut kelompok yang bermarkas di AS tersebut. "Tentara itu masih tawanan Mujahidin," kata pesan tertanggal 6 Juli.
    
Pernyataan itu juga menegaskan pembunuhan satu tentara "pemabuk" AS lainnya oleh seorang penembak jitu di luar bagian militernya di distrik Saydadab di provinsi Wardak.
    
Seorang komandan kelompok Taliban garis keras Haqqani mengatakan, Kamis lalu, bahwa milisinya telah menangkap seorang tentara AS. Sementara, militer AS mengakui seorang tentara dipercaya telah tertangkap pada 30 Juni.
    
"Para pemimpin kami belum memutuskan mengenai nasib tentara itu. Mereka akan memutuskan nasibnya dan segera kami akan menyampaikan rekaman video mengenai tentara koalisi itu dan tuntutan kami pada pers," komandan Taliban yang hanya disebut Ibrahim itu mengatakan pada AFP.
    
Ini dipercaya pertama kali gerilyawan menculik tentara Amerika di Afganistan sejak tentara AS dikerahkan untuk mengusir rezim Taliban pada 2001 dan kemudian tetap memerangi gerilya yang meningkat.
    
Militer AS telah memburu para pemimpin jaringan Haqqani yang terkait Al Qaeda, yang mereka lukiskan sebagai salah satu organisasi Taliban yang paling mematikan.
    
Penangkapan itu tiba ketika hampir 4.000 marinir AS yang baru dikerahkan telah melancarkan operasi besar di provinsi Helmand di Afganistan selatan, Kamis, mendesak ke selatan untuk menguasai markas besar Taliban sebelum pemilihan presiden Afganistan pada 20 Agustus.
    
Gerilyawan di belakang beberapa penculikan di Afganistan dan telah membunuh beberapa sandera mereka.
    
Ada sekitar 56.000 tentara AS beroperasi di Afganistan, dalam pengerahan terbesar dari sebuah negara yang membantu memerangi gerilya Islamis yang dipimpin oleh Taliban.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau