Datang Pagi Lebih Baik

Kompas.com - 07/07/2009, 06:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau kepada para pemilih yang tidak terdaftar dalam DPT agar datang ke TPS pagi-pagi benar pada pilpres 8 Juli nanti. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi agar semua pemilih kebagian surat suara.

"Kalau bisa datang pagi-pagi ketika TPS baru dibuka," kata anggota KPU Andi Nurpati, Senin (6/7) malam, di Kantor KPU Jakarta.

Pagi-pagi sebelum proses pencontrengan dimulai, pemilih yang tak punya DPT tersebut harus mendaftarkan dirinya ke panitia TPS setempat dengan membawa kartu keluarga (KK). Baru kemudian kembali lagi sekitar pukul 12.00 karena pemilih tersebut hanya boleh mencontreng satu jam sebelum waktu pencontrengan selesai.

"Dengan demikian, pihak PPS dapat mengantisipasi sejak awal jika diperkirakan akan kekurangan surat suara," jelas Andi.

Panitia TPS tersebut nantinya akan segera membuat berkas berita acara dan meminta surat suara ke TPS lain jika memperkirakan TPS-nya akan kekurangan surat suara.

"Mengenai peraturan baru ini kami akan segera mengeluarkan surat edaran dan akan kami sosialisasikan kepada PPK, PPS, dan KPPS agar segera di pahami dan dilaksanakan," kata Andi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau