Akhir Masa Tenang, Mega Kumpul dengan Cucu di Bali

Kompas.com - 07/07/2009, 07:35 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Masa kampanye yang panjang ditambah masa tenang yang diwarnai desakan menyelesaikan daftar pemilih tetap (DPT) mungkin cukup melelahkan bagi para pasangan capres dan cawapres. Besok, segala energi dan kerja keras yang dikeluarkan akan ditentukan melalui suara rakyat. Apa aktivitas capres sehari menjelang pencontrengan?

Capres PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memilih menghabiskan sebagian hari terakhir masa tenang bersama cucu-cucunya yang tengah menikmati masa liburan sekolah di Bali. Seusai melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh terkait DPT, Senin (6/7) malam, Mega tiba di Pulau Dewata.

"Mengisi masa tenang, karena cucu saya sedang berlibur, saya lihat sebentar ke Bali," kata Mega malam tadi.

Sedianya, Ketua Umum PDI Perjuangan ini berada di Bali sejak kemarin pagi. Namun, hiruk pikuk persoalan DPT membuat kedatangannya tertunda. Tengah hari nanti, Mega kembali ke Jakarta dan mengadakan demo masak bersama koki Bara di kediamannya, kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan.

"Besok mau lomba masak juga sama wartawan," ujar Mega yang mengaku kehilangan waktu untuk hobi lainnya, berkebun dan membaca, selama masa pilpres ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau