BlackBerry Tidak Gubris Permintaan Pemerintah

Kompas.com - 07/07/2009, 08:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Permintaan pemerintah kepada Research In Motion (RIM) agar membuka layanan purnajual BlackBerry di Indonesia belum juga digubris. Hingga kini produsen BlackBerry tersebut belum memutuskan tindakan apa pun demi pembeli BlackBerry di Indonesia.

"Kami masih berusaha terus bekerja sama dengan pemerintah lokal, namun memang hingga kini belum ada perkembangan lebih jauh," tegas RIM melalui e-mail kepada Kontan, Senin (6/7).

Membandelnya RIM bisa jadi lantaran anggapan bahwa persoalan layanan purnajual bisa ditangani operator. Apalagi produsen handset asal Kanada ini yakin bahwa mereka hanya menjalin hubungan kerja sama distribusi BlackBerry dengan operator penyelenggara jasa telekomunikasi. Model bisnis seperti ini pula yang mereka lakukan di hampir semua negara.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Gatot S Dewa Broto menegaskan, pihaknya tetap meminta RIM untuk membuka layanan purnajualnya di Indonesia. "Kami sengaja melakukan itu untuk menghindari monopoli importasi pada perangkat telekomunikasi," kata Gatot.

Di lain pihak, GM Sales PT Exelcomindo Pratama, Handono Warih, mengatakan perlu ada kejelasan persepsi antara RIM dan pemerintah. Misalnya, bagaimana nasib para pengguna BlackBerry yang membeli lewat importir, tetapi berlangganan paket data dari operator?

"Karena kami memberi layanan servis untuk handset yang dibeli langsung di XL. Adapun untuk yang kedua, tanggung jawab kami hanya sebatas layanan data, bukan pada perangkat BlackBerry-nya," kata Handono. (Nadia Citra Surya/Kontan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau