SINGAPURA, KOMPAS.com - Fr, anggota kontingen Indonesia pada Asian Youth Games I terinfeksi virus flu babi (H1N1). Ia bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian selama kontingen mengikuti perhelatan olahraga yang digelar di Singapura itu.
Wakil Ketua Kontingen Indonesia, Chahya Aziz, Selasa (7/7), membantah kabar yang menyebutkan Fr adalah atlet. "Dia bertugas di bagian pengawasan dan pengendalian. Dia adalah staf pendukung, atau biasa disebut extra official," ujar Chahya di perkampungan atlet Asian Youth Games (AYG) I di Hotel Swissotel, Singapura.
Fr kini berada di General Hospital di Singapura. Dari tempatnya menginap di Swissotel, Fr dibawa ke rumah sakit itu pada Minggu (5/5) malam, menjelang dini hari. Ia harus berada di rumah sakit minimal selama dua minggu, kata Chahya yang juga menjabat sebagai Wakil II Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Indonesia (KONI).
Pada Selasa pagi, Fr mengirim sms ke Chahya. Ia menyatakan suhu tubuhnya naik turun. "Senin malam, suhu tubuh Fr 38 derajat celcius, dan pada Selasa pagi, suhu tubuhnya turun menjadi 37 derajat celcius. Senin pagi, ia bilang sudah merasa sehat karena suhu tubunya 35,36 derjat celcius," kata Chahya.
Kronologis
Chahya menceritakann, pada Minggu pagi, ia bertemu dengan Fr saat sarapan di hotel. Kondisi Fr terlihat mengalami flu berat. Fr batuk, pilek, dan kelihatan lemas. Fr sudah memeriksakan kondisinya ke dokter kontingen, dr Eny Waluyan pada Sabtu malam. Menurut dokter, Fr memang dalam kondisi demam.
"Saya heran waktu itu kok dia bisa masuk ke ruang makan. Padahal, pemeriksaan suhu tubuh di hotel dilakukan di setiap lantai," ujar Chahya yang lantas mengingatkan Fr agar tidak pergi ke mana-mana jika kondisinya tidak sehat.
Chahya menjelaskan, saat rapat rutin kontingen pada Minggu malam hingga pukul 22.00 waktu setempat, Fr belum dibawa ke rumah sakit. Setelah rapat selesai dan tengah berada di kamar, Chahya mendapat kabar bahwa Fr dibawa ambulans ke rumah sakit. Kontingen pun rapat lagi pada pukul 23.00.
"Sekitar pukul 23.30, Departemen Kesehatan Singapura memberi tahu lewat telepon bahwa Fr positif terinfeksi virus H1N1," ujar Chahya.
Gara-gara Fr terinfeksi, rekan satu kamarnya, Im, harus diobservasi selama satu minggu di sebuah bungalow. Setelah darah, air liur, dan cairan hidungnya diperiksa, Im terbukti tidak terinfeksi H1N1, tetapi ia tetap musti menjalani observasi. Im adalah anggota kontingen yang bertugas mengurusi administrasi dan logistik.
Liasion Officer (LO) kontingen Indonesia yang berasal dari Singapura dan Ketua Kontingen Indonesia Toho Cholik Mutohir harus dikarantina selama satu hari di kamar hotel karena sempat mengobrol dengan Fr cukup intens.
"Jadi, setelah Fr terbukti terinfeksi, semua angota kontingen diinterogasi. Siapa saja yang pernah mengobrol cukup dekat dengan dia," ujar Chahya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang