Anggota Kontingen Asian Youth Games Terinfeksi H1N1

Kompas.com - 07/07/2009, 13:44 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com - Fr, anggota kontingen Indonesia pada Asian Youth Games I terinfeksi virus flu babi (H1N1). Ia bertugas melakukan pengawasan dan pengendalian selama kontingen mengikuti perhelatan olahraga yang digelar di Singapura itu.  

Wakil Ketua Kontingen Indonesia, Chahya Aziz, Selasa (7/7), membantah kabar yang menyebutkan Fr adalah atlet. "Dia bertugas di bagian pengawasan dan pengendalian. Dia adalah staf pendukung, atau biasa disebut extra official," ujar Chahya di perkampungan atlet Asian Youth Games (AYG) I di Hotel Swissotel, Singapura. 

Fr kini berada di General Hospital di Singapura. Dari tempatnya menginap di Swissotel, Fr dibawa ke rumah sakit itu pada Minggu (5/5) malam, menjelang dini hari. Ia harus berada di rumah sakit minimal selama dua minggu, kata Chahya yang juga menjabat sebagai Wakil II Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Indonesia (KONI).  

Pada Selasa pagi, Fr mengirim sms ke Chahya. Ia menyatakan suhu tubuhnya naik turun. "Senin malam, suhu tubuh Fr 38 derajat celcius, dan pada Selasa pagi, suhu tubuhnya turun menjadi 37 derajat celcius. Senin pagi, ia bilang sudah merasa sehat karena suhu tubunya 35,36 derjat celcius," kata Chahya.  

Kronologis

Chahya menceritakann, pada Minggu pagi, ia bertemu dengan Fr saat sarapan di hotel. Kondisi Fr terlihat mengalami flu berat. Fr batuk, pilek, dan kelihatan lemas. Fr sudah memeriksakan kondisinya ke dokter kontingen, dr Eny Waluyan pada Sabtu malam. Menurut dokter, Fr memang dalam kondisi demam.   

"Saya heran waktu itu kok dia bisa masuk ke ruang makan. Padahal, pemeriksaan suhu tubuh di hotel dilakukan di setiap lantai," ujar Chahya yang lantas mengingatkan Fr agar tidak pergi ke mana-mana jika kondisinya tidak sehat.  

Chahya menjelaskan, saat rapat rutin kontingen pada Minggu malam hingga pukul 22.00 waktu setempat, Fr belum dibawa ke rumah sakit. Setelah rapat selesai dan tengah berada di kamar, Chahya mendapat kabar bahwa Fr dibawa ambulans ke rumah sakit. Kontingen pun rapat lagi pada pukul 23.00.  

"Sekitar pukul 23.30, Departemen Kesehatan Singapura memberi tahu lewat telepon bahwa Fr positif terinfeksi virus H1N1," ujar Chahya.  

Gara-gara Fr terinfeksi, rekan satu kamarnya, Im, harus diobservasi selama satu minggu di sebuah bungalow. Setelah darah, air liur, dan cairan hidungnya diperiksa, Im terbukti tidak terinfeksi H1N1, tetapi ia tetap musti menjalani observasi. Im adalah anggota kontingen yang bertugas mengurusi administrasi dan logistik.  

Liasion Officer (LO) kontingen Indonesia yang berasal dari Singapura dan Ketua Kontingen Indonesia Toho Cholik Mutohir harus dikarantina selama satu hari di kamar hotel karena sempat mengobrol dengan Fr cukup intens. 

"Jadi, setelah Fr terbukti terinfeksi, semua angota kontingen diinterogasi. Siapa saja yang pernah mengobrol cukup dekat dengan dia," ujar Chahya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau