JAKARTA, KOMPAS.com — "Bersama KPK Selamatkan Harta Bangsa". Inilah jargon baru buatan KPK bekerja sama dengan Dewan Integritas Bangsa. Jargon ini adalah salah satu hasil rapat antara KPK dan Dewan Integrasi Bangsa yang dilakukan siang ini, selama kurang lebih dua jam di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/7).
Dewan Integrasi Bangsa, yang merupakan gabungan dari delapan organisasi dan 45 tokoh masyarakat, hari ini mendatangi KPK untuk menyatakan dukungannya terhadap KPK terkait isu pembubaran KPK. Menurut mereka, isu pembubaran KPK merupakan serangan balik dari para koruptor terhadap KPK. "Kami datang ke sini untuk menyatakan dukungan kami terhadap KPK supaya terus ada," ujar Lieus Sungkharisma, Koordinator Tim 8.
Menurut Dewan Integritas Bangsa, pembubaran KPK sama saja dengan membunuh demokrasi konstitusional yang sudah dibangun dengan susah payah sejak tahun 1998. Apalagi kehadiran KPK memberikan efek jera di tengah masyarakat bagi pihak-pihak yang melakukan korupsi sehingga Indonesia bisa menjadi bersih dari korupsi. "Kita harus mendukung KPK untuk menjadi tonggak Indonesia bersih," ujar Dewi Motik, salah satu dari 45 tokoh masyarakat.
Selain itu, Dewan Integritas Bangsa juga mendukung adanya Undang-Undang Pembuktian Terbalik. Menurut mereka, dengan adanya undang-undang ini akan memudahkan KPK untuk memberantas korupsi. Mereka juga berharap capres terpilih menjadi presiden memiliki keinginan yang kuat untuk menggolkan undang-undang ini. "Saya berkeyakinan, jika ada undang-undang pembuktian terbalik akan memudahkan kerja KPK," ujar Lieus Sungkharisma.
Pada akhirnya, Dewan Integritas Bangsa mengajak seluruh komponen bangsa untuk mendesak seluruh pemimpin untuk memberikan jaminan bahwa korupsi sebagai kejahatan dapat terhapus dan menjamin KPK bertugas untuk mengawal Indonesia menjadi bangsa yang berintegritas dan bermartabat, mendukung KPK dalam menjalankan tugasnya untuk memberantas korupsi, dan menjaga capaian reformasi dan mewaspadai serangan balik koruptor yang ingin merusak integritas bangsa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang