Dewan Integritas Bangsa: Pembubaran KPK = Pembunuhan Konstitusi

Kompas.com - 07/07/2009, 15:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — "Bersama KPK Selamatkan Harta Bangsa". Inilah jargon baru buatan KPK bekerja sama dengan Dewan Integritas Bangsa. Jargon ini adalah salah satu hasil rapat antara KPK dan Dewan Integrasi Bangsa yang dilakukan siang ini, selama kurang lebih dua jam di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/7).

Dewan Integrasi Bangsa, yang merupakan gabungan dari delapan organisasi dan 45 tokoh masyarakat, hari ini mendatangi KPK untuk menyatakan dukungannya terhadap KPK terkait isu pembubaran KPK. Menurut mereka, isu pembubaran KPK merupakan serangan balik dari para koruptor terhadap KPK. "Kami datang ke sini untuk menyatakan dukungan kami terhadap KPK supaya terus ada," ujar Lieus Sungkharisma, Koordinator Tim 8.

Menurut Dewan Integritas Bangsa, pembubaran KPK sama saja dengan membunuh demokrasi konstitusional yang sudah dibangun dengan susah payah sejak tahun 1998. Apalagi kehadiran KPK memberikan efek jera di tengah masyarakat bagi pihak-pihak yang melakukan korupsi sehingga Indonesia bisa menjadi bersih dari korupsi. "Kita harus mendukung KPK untuk menjadi tonggak Indonesia bersih," ujar Dewi Motik, salah satu dari 45 tokoh masyarakat.

Selain itu, Dewan Integritas Bangsa juga mendukung adanya Undang-Undang Pembuktian Terbalik. Menurut mereka, dengan adanya undang-undang ini akan memudahkan KPK untuk memberantas korupsi. Mereka juga berharap capres terpilih menjadi presiden memiliki keinginan yang kuat untuk menggolkan undang-undang ini. "Saya berkeyakinan, jika ada undang-undang pembuktian terbalik akan memudahkan kerja KPK," ujar Lieus Sungkharisma.

Pada akhirnya, Dewan Integritas Bangsa mengajak seluruh komponen bangsa untuk mendesak seluruh pemimpin untuk memberikan jaminan bahwa korupsi sebagai kejahatan dapat terhapus dan menjamin KPK bertugas untuk mengawal Indonesia menjadi bangsa yang berintegritas dan bermartabat, mendukung KPK dalam menjalankan tugasnya untuk memberantas korupsi, dan menjaga capaian reformasi dan mewaspadai serangan balik koruptor yang ingin merusak integritas bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau