JAKARTA, KOMPAS.com - Seratusan orang dari Aliansi Pemuda Peduli Daerah Selasa (7/7) mendatangi KPK untuk keempat kalinya untuk menanyakan kejelasan dugaaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh mantan Bupati Batang Hari Jambi, Abdul Fattah.
Tindakan pidana korupsi yang dilakukan adalah pengadaan mobil pemadam kebakaran yang terjadi pada tahun 2004. "Kami datang karena ingin tahu mengapa penyeledikan ini mengalami kemandekan," ujar Rendy Kristanto, Asisten Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda Peduli Daerah ketika ditanyai perihal tujuan kedatangan mereka.
Di KPK dua orang perwakilan Aliansi Pemuda Peduli Daerah di sambut oleh Ketua Bidang Pengaduan Masyarakat KPK, Tosim Numbrih. Hingga saat ini pihak KPK belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai masalah ini karena masih berada di bagian penyidikan.
Menanggapi hal tersebut, Aliansi Pemuda Peduli Daerah memberikan tenggat waktu selama dua minggu kepada KPK untuk segera menindaklanjuti masalah ini, "Jika dalam waktu dua minggu belum ada tindakan lebih lanjut, kami akan menurunkan massa yang lebih banyak lagi," ujar Ari Bahari, Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda Peduli Daerah.
"Ada kemungkinan kami tidak mengadakan aksi damai lagi jika masalah ini terus berlanjut," ujar Rendy Kristanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang