Atlet UI Ditangani Depkes Singapura

Kompas.com - 07/07/2009, 18:03 WIB

DEPOK, Kompas.com - Tiffany Adam, mahasiswi D3 Akuntansi semester IV Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) yang diduga terserang flu babi, saat ini langsung ditangani oleh Departemen Kesehatan (Depkes) Singapura. "Tiffany langsung ditangani Depkes Singapura," kata Wakil Kepala Humas UI, Devie Rahmawati, di Depok, Selasa.

Hingga saat ini kata dia, Depkes Singapura belum memberikan keterangan resmi apakah Tiffany memang terkena flu babi atau belum. "Biasanya hasilnya baru akan diketahui setelah menjalani perawatan selama tujuh hari," katanya.
   
Ia mengatakan Tiffany sudah ditangani oleh tim medis yang kompeten di bidangnya serta KBRI Singapura terus mendampingi selama ia dikarantina di rumah sakit di National University of Singapore (NUS).

Tiffany merupakan salah satu anggota kontingen UI yang berlaga di Triennial Intercasity Games, National University of Singapore (NUS) pada 8-11 Juli 2009.

Devie juga menjelaskan bahwa Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Soemantri sempat merasa cemas dengan adanya kontingen UI yang diduga tertular flu babi. Menurut Devie, kontingen UI berangkat ke Singapura pada Sabtu (4/7) sore. Kontingen UI tinggal di tempat penginapan yang berada di lingkungan NUS.
   
Pada Minggu (5/7) pagi, kontingen UI melakukan pengenalan lapangan yang dilanjutkan dengan latihan. Sore harinya, Tiffany keluar dari area perkampungan atlet untuk mencari udara segar. Di saat dia sedang jalan-jalan turun hujan di Singapura dan Tiffany kehujanan. Setelah kehujanan itu lah Tiffany demam.

Kasus tersebut, kata dia, diharapkan tidak menghambat perjuangan atlet UI lainnya dan mereka diharapkan masih bisa bertanding. Devie memastikan bahwa Tiffany tidak dapat bertanding di kejuaraan tersebut dan posisinya digantikan oleh Ketua Carrier Development Centre (CDC) UI, Sandra Fikawati.
   
Dalam kejuaraan itu UI mengikuti enam cabang olahraga yaitu renang, tenis, tenis meja, bulu tangkis, atletik serta bola basket, dan menargetkan satu emas di setiap cabang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau