Antasari dan Tahanan Polda Metro Tak Bisa "Nyontreng"

Kompas.com - 07/07/2009, 20:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahanan di Rutan Polda Metro Jaya tidak dapat menggunakan hak pilihnya dalam pilpres Rabu besok termasuk tersangka pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran, Antasari Azhar. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) khusus ibu kota Jakarta tidak menerima laporan dari Polda Metro Jaya terkait pengajuan formulir pindah pilih (A7) dari para tahanannya. 

"Tidak ada surat permintaan pindah pilih dari Polda Metro Jaya. Buktinya tidak ada laporan," ujar Anggota KPUD Jakarta, Jamaludin Faizal Hasyim, saat dihubungi wartawan, Selasa (7/7). 

Formulir A7, yaitu formulir yang menunjukkan kepindahan lokasi pemilihan dari warga yang bersangkutan, seharusnya diserahkan paling lambat tiga hari sebelum hari pencontrengan. Padahal, kata dia, pada pemilihan presiden tidak ada kebijakan tempat pemungutan suara (TPS) keliling. 

"Dari Polda tidak ada jawaban sampai penetapan DPT," ujarnya.

Menurut dia, KPUD mengalami kesulitan untuk mendirikan TPS di Rutan Polda Metro Jaya dan jajarannya. Untuk mendirikan TPS, diperlukan sistem logistik baru, sedangkan jumlah pemilih di Polda Metro Jaya hanya sedikit. Hanya tahanan, lanjut Jamaludin, yang memiliki hak pilih itu. Berbeda dengan di lembaga pemasyarakatan yang jumlah pemilihnya banyak sebab petugas lapas memiliki hak pilih. Jamaludin juga membantah tidak didirikannya TPS di rutan disebabkan oleh faktor dana.

Ia menegaskan pula, petugas KPUD Jakarta tidak akan mendatangi Rutan Polda Metro Jaya, meski para tahanan masih memiliki hak pilih. KPUD sendiri, ujarnya, telah mensosialisasikan masalah formulir A7 kepada keluarga dan tahanan sejak pemilihan anggota legislatif April lalu.

Lalu, bagaimana dengan Antasari? Apakah keluarganya tidak menguruskan formulir A7 untuk Antasari? "Buktinya kami tidak mendapat laporan," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau